Stasiun Jakarta Kota
Komisaris Utama KAI Wisata, Suria Ati Kusumah, saat kunjungan kerja ke Stasiun Jakarta Kota, Kamis (3/7).(Dok. KAI Wisata)
|

Komisaris Utama KAI Wisata Luncurkan Inisiatif Pelestarian Lima Stasiun Bersejarah di Jakarta

JAKARTA[BahteraJateng] – Komisaris Utama PT Kereta Api Pariwisata (KAI Wisata), Suria Ati Kusumah, meluncurkan inisiatif pelestarian lima stasiun bersejarah di Jakarta melalui kunjungan kerja ke Stasiun Jakarta Kota pada Kamis (3/7). Program tersebut bertujuan menghidupkan kembali nilai sejarah stasiun sebagai destinasi wisata heritage sekaligus ruang publik yang edukatif.

Kunjungan diawali dengan peninjauan Stasiun Jakarta Kota atau BEOS yang mengusung tema Awal Perjalanan Batavia Modern.

Dalam kesempatan itu, Suria disambut jajaran PT KAI dan KAI Commuter, di antaranya VP Pelayanan KCI Adly Hakim Nasution, Manajer Fasilitas Pelayanan Penumpang Daop 1 Jakarta Kuscayono, Kepala Stasiun Jakarta Kota Kurniawan Bellani Adhinata, dan Wakil Kepala Stasiun Jakarta Kota Dwi Irpal.

Suria mengatakan Stasiun Jakarta Kota bukan sekadar sarana transportasi, tetapi juga memiliki nilai sejarah tinggi sebagai gerbang utama Batavia pada masa Hindia Belanda dan saksi perkembangan sistem perkeretaapian di Indonesia.

“BEOS bukan sekadar stasiun, tetapi gerbang yang menyambut jutaan perjalanan selama hampir satu abad, mulai dari pedagang di masa kolonial, pejuang kemerdekaan, para perantau, hingga komuter Jakarta masa kini,” ujarnya.

Menurut Suria, KAI Wisata akan mengembangkan program bertajuk Perjalanan Bersejarah dari Ibukota Kolonial di Jalur Keemasan Hindia Belanda dengan mengangkat lima stasiun bersejarah, yakni Stasiun Jakarta Kota, Stasiun Tanjung Priok, Stasiun Manggarai, Stasiun Jatinegara, dan Stasiun Bogor.

Masing-masing stasiun dipilih karena memiliki karakter sejarah, arsitektur, serta peran penting dalam perkembangan transportasi dan pertumbuhan Jakarta maupun wilayah sekitarnya.

Ia menuturkan, melalui program tersebut, stasiun-stasiun bersejarah diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai tempat transit penumpang, tetapi juga menjadi pusat edukasi sejarah dan destinasi wisata heritage yang mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Melalui inisiatif ini, kami ingin menjadikan stasiun-stasiun bersejarah bukan hanya sebagai tempat transit, tetapi juga sebagai pusat sejarah dan destinasi wisata heritage yang menarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara,” katanya.

KAI Wisata menilai pelestarian bangunan bersejarah tersebut juga dapat memperkuat identitas Jakarta sebagai kota dengan warisan budaya yang kaya sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam menjaga aset sejarah perkeretaapian.

Inisiatif tersebut menjadi langkah awal KAI Wisata dalam mengembangkan pariwisata berbasis sejarah melalui optimalisasi kawasan stasiun bersejarah yang hingga kini masih aktif melayani perjalanan kereta api.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *