Sekretaris Komisi B Sholehah Kurniawati bersama anggota menyambangi Kandang Ingkung di Sleman dalam penguatan materi penyusunan Raperda Penyelenggaraan Kepariwisataanbaru-baru ini. .(foto: ist.)
Sekretaris Komisi B Sholehah Kurniawati bersama anggota menyambangi Kandang Ingkung di Sleman dalam penguatan materi penyusunan Raperda Penyelenggaraan Kepariwisataan baru-baru ini.(foto: ist.)
| |

Komisi B Dorong Pemprov Jawa Tengah Unggulkan Wisata Kuliner

YOGYAKARTA[BahteraJateng] – Komisi B DPRD Jateng pernah bertandang ke salah satu tempat kulineran yang tersohor di Yogyakarta yakni Kandang Ingkung. Kunjungan tersebut guna mendapatkan data dan informasi penguatan materi penyusunan Raperda Penyelenggaraan Kepariwisataan,

Menurut Sekretaris Komisi B Sholehah Kurniawati, tempat itu dinilai mampu memadukan antara wisata lidah, badan dan keluarga, yang dibalut dengan suasana kekeluargaan di alam yang asri dan penuh tradisi.

“Kesemua itu dibalut dengan suasana pedesaan yang asri, nyaman dan tenang. Bahkan bangunan utama restoran dirancang dengan gaya rumah adat Jawa, lengkap dengan material kayu. Di sekelilingnya, pemandangan hijau dari pepohonan dan area terbuka,” tuturnya sepertidilansir laman dprd.jatengprov.go.id, belum lama ini.

Menu yang ditawarkan pun terbilang sangat khas. Sholehah Kurniawati menyebut ayam ingkung yang menggunakan ayam kampung.

“Kami (Komisi B) berharap wisata kulineran seperti ini bisa ditiru di Jateng dan mampu menjadi penarik wisatawan local, manca propinsi bahkan manca negara, dan sektor pariwisata ini juga mendorong pembangunan infrastruktur dan dapat mengurangi kemiskinan serta ketidaksetaraan,” katanya.

Tempat yang ideal, tambahnya, ada faktor tradisi (rumah adat Jawa) diperkaya dengan kearifan local (ingkung yang mengingatkan kendurenan di pedesaan) dan alam yang relative asli.

“Menjadikan untuk bersantap sambil menikmati udara segar. Ditambah menu khas, ayam ingkung. Terasa sangat Jawa,” ujarnya.

Secara keseluruhan Komisi B, lanjut Sholehah, ingin menjangkau kepariwisataan untuk Jawa Tengah yang sukses dan berdampak bagi masyarakat, terutama masyarakat Desa. Salah satunya adalah Desa Wisata, hal tersebut menjadi point penting bagi Komisi B membantu masyarakat dari segi UMKM dan pariwisatanya.

Banyak komponen yang memang menjadi faktor pendukung untuk keberhasilan pengembangan Desa Wisata, dengan kolaborasi pemuda bersama OPD terdekat misalnya kelurahan ataupun kecamatan mampu menciptakan Desa Wisata yang sinergi dan strategis.

“Kita harus menjadi lebih baik untuk pengembangan wisata Jateng, harus mejadi keputusan untuk kepentingan bersama, karena sektor pariwisata tidak kalah penting bersama sektor lainnya di Jawa Tengah,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *