Memasuki Musim Kemarau, Komisi A DPRD Jateng Pantau Ketahanan Pangan di Wonogiri
Wakil Ketua Komisi A DPRD Provinsi Jateng A Mukafi Fadli memimpin diskusi dengan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Wonogiri, Rabu (22/4) lalu. [Foto: Dok Setwan]
| |

Memasuki Musim Kemarau, Komisi A DPRD Jateng Pantau Ketahanan Pangan di Wonogiri

WONOGIRI[BahteraJateng] – Komisi A DPRD Provinsi Jateng meninjau pelaksanaan program ketahanan pangan di Kabupaten Wonogiri, sekaligus memastikan kesiapan daerah menghadapi potensi musim kemarau yang diprediksi datang lebih awal pada tahun ini, Rabu (22/4) kemarin.

Dilaansir dari laman dprd.jatengprov.go.id, kunjungan tersebut dipimpin Wakil Ketua Komisi A Mukafi Fadli, dan diterima Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan & Perikanan Kabupaten Wonogiri Niken Kuntarti, yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) kepala dinas.


Mukafi menegaskan, bahwa Jateng merupakan salah satu provinsi penyangga beras nasional dengan produksi padi di sepanjang Januari–September 2025 mencapai sekitar 9,78 juta ton gabah kering panen (GKP), meningkat 4,58% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

“Jika dikonversikan menjadi beras, produksi tersebut setara sekitar 4,64 juta ton. Bahkan, hingga akhir 2025, total produksi beras diperkirakan mencapai 5,40 juta ton atau naik 5,55 persen dibandingkan pada 2024,” jelasnya.

Mukafi menilai capaian tersebut perlu didukung kinerja kabupaten/ kota, termasuk Wonogiri, dalam menjaga stabilitas produksi dan distribusi pangan. Ia juga menyoroti pentingnya langkah antisipasi menghadapi perubahan iklim.

“BMKG memprediksi musim kemarau pada tahun ini datang lebih awal dan berlangsung lebih panjang. Karena itu, kami ingin mengetahui langkah konkret Pemkab Wonogiri memastikan ketersediaan pangan tetap aman,” ujarnya.

Sementara Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan & Perikanan Kabupaten Wonogiri Niken Kuntarti menjelaskan, produksi pangan di Kabupaten Wonogiri menunjukkan tren peningkatan. Produksi padi pada 2025 tercatat mencapai 434.459 ton, naik dari 350.740 ton pada 2024. Adapun produksi beras meningkat dari 166.599 ton menjadi 206.365 ton.

Menurutnya, peningkatan tersebut didukung berbagai program ketahanan pangan yang dijalankan pemerintah daerah. Seperti optimalisasi lahan pertanian, peningkatan sarana dan prasarana irigasi, serta pendampingan kepada petani.

“Selain itu, kami juga memperkuat cadangan pangan pemerintah daerah dan mendorong diversifikasi pangan lokal untuk mengurangi ketergantungan pada beras,” terangnya.

Terkait antisipasi musim kemarau, Pemkab Wonogiri telah menyiapkan sejumlah langkah strategis. Diantaranya pengaturan pola tanam, pemanfaatan sumber air alternatif, dan koordinasi dengan instansi terkait untuk mitigasi kekeringan. (sun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *