Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi bersama Mendagri Tito Karnavian, menghadiri kegiatan Silaturahmi dan Rapat Kerja Forum Majelis Wali Amanat (MWA) Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) se-Indonesia di Hotel Tentrem, Semarang, Jumat (9/5).(Dok Humas)
Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi bersama Mendagri Tito Karnavian, menghadiri kegiatan Silaturahmi dan Rapat Kerja Forum Majelis Wali Amanat (MWA) Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) se-Indonesia di Hotel Tentrem, Semarang, Jumat (9/5).(Dok Humas)
|

Mendagri Apresiasi Inisiatif Gubernur Luthfi Bentuk Forum Rektor untuk Bangun Daerah

SEMARANG[BahteraJateng] – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengapresiasi langkah Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi yang membentuk Forum Rektor bersama 44 perguruan tinggi untuk mendukung pembangunan daerah berbasis riset.

Menurut Tito, kolaborasi antara pemerintah daerah dan kalangan akademisi adalah strategi cerdas agar kebijakan publik tidak sekadar berdasarkan intuisi, tetapi melalui kajian ilmiah yang mendalam.


“Itu good idea, good move. Supaya kebijakan tidak hanya feeling-feeling-an, tapi berdasarkan studi,” ujar Tito saat menghadiri Silaturahmi dan Rapat Kerja Forum Majelis Wali Amanat (MWA) PTN-BH se-Indonesia di Hotel Tentrem Semarang pada Jumat (9/5).

Ia menekankan pentingnya peran kampus dalam membantu merumuskan solusi atas persoalan seperti kemiskinan, stunting, dan banjir. Tito juga mengingatkan pentingnya studi dalam mencegah kegagalan proyek seperti kasus Lapindo.


Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi bersama Mendagri Tito Karnavian, menghadiri kegiatan Silaturahmi dan Rapat Kerja Forum Majelis Wali Amanat (MWA) Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) se-Indonesia di Hotel Tentrem, Semarang, Jumat (9/5).(Dok Humas)
Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi bersama Mendagri Tito Karnavian, menghadiri kegiatan Silaturahmi dan Rapat Kerja Forum Majelis Wali Amanat (MWA) Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) se-Indonesia di Hotel Tentrem, Semarang, Jumat (9/5).(Dok Humas)

Gubernur Ahmad Luthfi menjelaskan, kolaborasi ini bukan sebatas wacana. Ia mencontohkan kerja sama dengan Universitas Diponegoro (Undip) dalam mengembangkan teknologi desalinasi air payau menjadi air tawar.

“Sudah kami jalankan di Pekalongan dan Sayung, Demak. Ini bisa jadi role model untuk daerah pesisir lainnya,” ungkapnya.

Lewat Forum Rektor, Luthfi berharap sinergi antara Pemprov Jateng dan perguruan tinggi dapat memperkuat seluruh program pembangunan agar berbasis data dan kajian ilmiah.

Acara ini juga dihadiri Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Brian Yuliarto, Wakil Menteri Keuangan Anggito Abimanyu, serta pimpinan MWA dari 24 PTN-BH se-Indonesia.(adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *