KKN Unnes Giat 16
Musyawarah Ekonomi Kreatif Desa (MEKD) kerja sama mahasiswa KKN Unnes Giat 16 dengan Disdagkop UMKM kabupaten Magelang di Aula Balai Kecamatan Bandongan, Senin (27/7). (Dok. Tim KKN UNNES)

Musyawarah Ekonomi Kreatif Desa demi Menyalanya Lilin Lilin Desa Bandongan

MAGELANG[BahteraJateng] – Mahasiswa KKN UNNES GIAT 16 dari Program Studi Ilmu Politik wilayah Kecamatan Bandongan menggelar Musyawarah Ekonomi Kreatif Desa (MEKD) di Aula Balai Kecamatan Bandongan pada Senin (27/7).

Acara ini terselenggara berkat kerja sama dengan Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop UKM) Kabupaten Magelang, dan diikuti oleh perwakilan pemerintah desa serta para pelaku usaha dari berbagai desa di Kecamatan Bandongan.


Acara berlangsung dalam dua sesi. Pada sesi pertama, pihak Disdagkop UKM Kabupaten Magelang memaparkan arah kebijakan pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, mencakup skema pembinaan pelaku usaha, tata cara perizinan, hingga bentuk-bentuk dukungan bagi UMKM di level desa.

Sesi kedua berupa musyawarah terbuka bersama warga untuk memetakan persoalan, potensi, dan gagasan pengembangan ekonomi kreatif di masing-masing desa.


Perwakilan Disdagkop UKM Kabupaten Magelang, M Chaerudin yang hadir menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif mahasiswa KKN UNNES tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif ini. Kami bangga karena masih ada generasi muda yang mau turun langsung dan memikirkan nasib pelaku UMKM, terkhusus yang ada di desa,” ujar Chaerudin.

Ketua Pelaksana kegiatan, Ramanda Bima Prayuda, mengungkapkan bahwa musyawarah ini dirancang sebagai ruang pertemuan langsung antara kebijakan pemerintah dan aspirasi warga. Dalam sambutannya, ia menegaskan komitmen untuk memperkuat ekonomi dari akar rumput.

“Indonesia tidak akan besar karena obor di Jakarta, tetapi karena lilin-lilin di desa yang menyala. Saya percaya, lilin-lilin itu adalah Bapak dan Ibu sekalian yang setiap hari menggerakkan ekonomi dari desa. Semoga melalui semangat gotong royong, kolaborasi, dan pemanfaatan teknologi, lilin-lilin itu akan terus menyala semakin terang, sehingga ekonomi kreatif di Kecamatan Bandongan semakin maju dan menyejahterakan masyarakat,” tutur Bima.

Pemerintah Kecamatan Bandongan turut
hadir dan menyatakan dukungannya terhadap inisiatif yang digagas mahasiswa ini. Menurut sekretaris kecamatan, Edi Suharno, forum semacam ini penting untuk menjembatani kebijakan dinas terkait dengan kebutuhan nyata masyarakat desa.

“Kami menyambut baik dan mendukung penuh kegiatan yang digagas oleh mahasiswa KKN UNNES ini. Musyawarah semacam ini menjadi wadah yang tepat agar kebijakan dari Disdagkop UKM benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh warga di desa, sekaligus menjadi ruang bagi warga untuk menyampaikan aspirasi mereka secara langsung,” kata Edi.

Pihak kecamatan berharap sinergi antara pemerintah kecamatan, dinas terkait, dan mahasiswa dapat terus terjalin, sehingga potensi ekonomi kreatif di wilayah Bandongan bisa berkembang lebih optimal dan berdampak nyata bagi kesejahteraan warga.

Kegiatan ini selaras dengan capaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dan Tujuan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), melalui kolaborasi lintas sektor antara mahasiswa, pemerintah kecamatan, dan dinas teknis terkait.

Mahasiswa KKN UNNES GIAT 16 berharap musyawarah ini menjadi titik awal terbentuknya ekosistem ekonomi kreatif yang lebih terarah dan berkelanjutan di Kecamatan Bandongan.(day)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *