NU Peduli Kemanusiaan PWNU Jateng Konsolidasikan Sistem Kesiapsiagaan Bencana Terpadu
SLAWI[BahteraJateng] – NU Peduli Kemanusiaan bersama PWNU Jawa Tengah menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Kemanusiaan se-Zona Pekalongan Raya di Kabupaten Tegal sebagai langkah memperkuat sistem kesiapsiagaan bencana yang terpadu dan berkelanjutan.
Rakor yang diikuti unsur Tanfidziyah PCNU se-Pekalongan Raya, LPBINU, LAZISNU, LP Ma’arif NU, serta badan otonom NU tingkat cabang ini bertujuan menyamakan visi, langkah, dan sistem kerja dalam menghadapi bencana yang dinilai semakin kompleks.
Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah, Abdul Ghaffar Rozin, menegaskan bahwa persoalan kebencanaan di Jawa Tengah bukan lagi peristiwa insidental, melainkan dampak struktural akibat kerusakan ekosistem dari hulu hingga hilir.
Curah hujan tinggi, kondisi hutan yang gundul, serta kenaikan permukaan laut disebut menjadi faktor utama meningkatnya risiko bencana.
“Ketidaksinkronan pengelolaan wilayah membuat air kiriman dari daerah hulu tidak tertampung di hilir, sehingga memicu genangan di sejumlah kawasan,” katanya.
Karena itu, NU didorong tidak lagi bersikap reaktif, tetapi membangun sistem koordinasi, alur komunikasi, serta standar pelaporan yang jelas sejak dini.
Sementara itu, Ketua NU Peduli Kemanusiaan PWNU Jawa Tengah, Muchammad Pudji Wibowo, menyebut Rakor menghasilkan tiga agenda strategis.
“Pertama, penyusunan standar operasional NU Peduli di tingkat cabang. Kedua, sinkronisasi program tanggap darurat agar lebih efektif dan tidak tumpang tindih. Ketiga, penyeragaman sistem pelaporan kegiatan dan keuangan serta penguatan manajemen media,” tuturnya.
Melalui konsolidasi ini, NU menargetkan kesiapsiagaan bencana menjadi kerja berkelanjutan sepanjang tahun, bukan hanya saat terjadi bencana.

