Optimalisasi Aset, Perhutani Randublatung Manfaatkan Pekarangan untuk Pertanian Terpadu
BLORA[BahteraJateng] – Perum Perhutani KPH Randublatung mengoptimalkan aset berupa pekarangan rumah dinas untuk pengembangan Integrated Farming System (IFS) atau sistem pertanian terpadu. Program tersebut diluncurkan di pekarangan rumah dinas Asper/KBKPH Boto pada Senin (5/1).
Launching IFS dilakukan oleh Administratur/KKPH Randublatung, Herry Merkussiyanto Putro, dan dihadiri jajaran manajemen KPH Randublatung, Asper/KBKPH Boto, KSS K3L, KSS HKAKP, staf keamanan, serta karyawan BKPH Boto.

Administratur/KKPH Randublatung, Herry Merkussiyanto Putro, mengatakan pemanfaatan pekarangan rumah dinas ini merupakan upaya menghadirkan inovasi sekaligus mengoptimalkan aset yang ada.
Menurutnya, pekarangan yang cukup luas dimanfaatkan sebagai wahana penerapan sistem pertanian terpadu yang berorientasi pada ketahanan pangan berkelanjutan.

“Kami ingin menampilkan sesuatu yang berbeda dengan memanfaatkan pekarangan Asper Boto sebagai contoh penerapan sistem pertanian terpadu. Ini merupakan wujud optimalisasi aset sekaligus mendukung ketahanan pangan,” ujar Herry.
Ia menjelaskan, seluruh proses pembangunan IFS dikerjakan oleh karyawan Perhutani KPH Randublatung. Mulai dari pembersihan dan pengolahan lahan, pembuatan guludan, pembibitan, penanaman, hingga pemeliharaan tanaman, termasuk pengelolaan unit peternakan dan perikanan.
“Semua dikerjakan oleh karyawan Perhutani KPH Randublatung di sela-sela pelaksanaan tugas pokok dan fungsi yang diemban,” jelasnya.
Dari sisi permodalan, Herry menyebutkan bahwa dana berasal dari iuran sejumlah karyawan sebagai bentuk pembelajaran berinvestasi dan pengembangan jiwa kewirausahaan, yang diharapkan bermanfaat hingga masa purna tugas.
IFS tersebut memadukan beberapa sektor dalam satu kawasan, meliputi hortikultura seperti cabai, terong, tomat, kangkung, dan kacang panjang; tanaman pangan berupa ubi dan ketela pohon; tanaman buah seperti mangga, pepaya, jambu air, dan kedondong; unit perikanan berupa kolam lele; serta unit peternakan ayam.
Herry berharap program ini dapat memberikan hasil positif dan ke depan dapat dikembangkan di BKPH lain yang memiliki pekarangan luas sebagai upaya optimalisasi aset Perhutani.(day)

