Pemkot Semarang Terapkan Sistem S’MEDI untuk Efektivitas Pengelolaan Internet
SEMARANG[BahteraJateng] – Pemerintah Kota Semarang terus memperkuat transformasi digital melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), salah satunya dengan menerapkan sistem S’MEDI (Smart Manajemen Distribusi Internet) untuk mengelola penggunaan jaringan internet di lingkungan pemerintahan secara lebih efektif.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo) Kota Semarang, Soenarto, menjelaskan bahwa kemajuan teknologi digital telah mendorong instansi pemerintah untuk terus beradaptasi, termasuk dalam hal distribusi dan penggunaan internet.

Namun, penggunaan internet yang luas dan tanpa pengawasan berpotensi menimbulkan penyalahgunaan, seperti akses terhadap konten yang tidak relevan, pemborosan bandwidth, hingga kebocoran data.
“S’MEDI hadir sebagai sistem yang mengintegrasikan monitoring dan pengendalian penggunaan internet agar lebih efisien, aman, dan produktif,” ujar Soenarto dalam keterangan tertulis pada Kamis (24/7).


Sistem ini dirancang untuk memastikan jaringan internet di lingkungan Pemkot Semarang digunakan secara optimal sesuai kebutuhan kerja. Melalui pemantauan real-time, S’MEDI memungkinkan identifikasi terhadap pola penggunaan jaringan, deteksi aktivitas yang menyimpang, serta penerapan tindakan korektif.
Lebih dari itu, sistem ini juga mendukung pembatasan akses ke situs-situs yang tidak mendukung produktivitas kerja dan penyusunan laporan penggunaan secara periodik untuk keperluan evaluasi.
Kebijakan ini sejalan dengan visi pembangunan Kota Semarang sebagaimana tertuang dalam RPJMD Kota Semarang Tahun 2021–2026, yaitu “Kota Semarang menjadi Pusat Ekonomi yang Maju, Berkeadilan Sosial, Lestari, dan Inklusif.”
Visi tersebut dijabarkan dalam tujuh misi pembangunan daerah, salah satunya adalah mewujudkan pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan yang berkualitas, bersih, inklusif, dan berbasis kota cerdas (smart city).
“Dengan jumlah perangkat dan pengguna internet yang terus bertambah akibat digitalisasi layanan, kami harus memastikan sistem manajemen jaringan ini bekerja secara akuntabel dan transparan,” imbuh Soenarto.
Implementasi S’MEDI diharapkan tidak hanya mengurangi risiko penyalahgunaan internet, tetapi juga mendorong budaya kerja yang efisien dan profesional di lingkungan Pemkot Semarang.
Hal ini menjadi bagian dari komitmen kota dalam memperkuat layanan publik berbasis teknologi yang mendukung pengambilan kebijakan berbasis data (data-driven government).
S’MEDI juga menjadi salah satu langkah konkret Pemkot dalam mengembangkan infrastruktur kota yang saling terhubung dan mendukung misi penguatan tata kelola pemerintahan yang dinamis dan bebas dari korupsi.(sun)

