Gubernur Jateng audiensi
Audiensi CEO 3EEE Inc Japan Norio Tanaka dan Head of the President’s Office 3EEE Inc Japan Hideo Mori dengan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Semarang, Minggu (21/9).(Dok. Humas Pemprov)
|

Pemprov Jateng Gandeng 3EEE Siapkan Pengemudi untuk Pasar Kerja Jepang

SEMARANG[BahteraJateng] — Pemerintah Provinsi atau Pemprov Jateng membuka peluang kerja sama dengan 3EEE Inc Japan untuk menyiapkan tenaga kerja, khususnya calon pengemudi, yang memenuhi kebutuhan pasar kerja Jepang.

Kerja sama tersebut dibahas dalam audiensi CEO 3EEE Inc Japan Norio Tanaka dan Head of the President’s Office 3EEE Inc Japan Hideo Mori dengan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Semarang pada Senin (21/9).

Ahmad Luthfi mengatakan, penyiapan calon pekerja perlu dilakukan sejak bangku pendidikan vokasi dan kejuruan. Selain keterampilan teknis, mereka perlu dibekali kemampuan bahasa Jepang sesuai level yang dipersyaratkan.

“Nanti dinas pendidikan sama dinas tenaga kerja didiskusikan dengan 3EEE ini,” kata Luthfi.

Menurutnya, Pemprov Jateng membuka peluang kerja sama dalam pendidikan bahasa sekaligus peningkatan kompetensi calon tenaga kerja. Materi pelatihan pengemudi nantinya dapat mencakup keselamatan transportasi, eco-driving, pemahaman regulasi, hingga pelayanan kepada penumpang.

Langkah tersebut dinilai penting agar tenaga kerja yang ditempatkan ke Jepang tidak hanya memenuhi kebutuhan jumlah pekerja, tetapi juga memiliki kompetensi sesuai standar perusahaan dan industri transportasi di negara tujuan.

Head of the President’s Office 3EEE Inc Japan Hideo Mori mengatakan, keterlibatan pemerintah diperlukan untuk membangun mekanisme penempatan tenaga kerja yang jelas. Pemerintah juga dinilai penting dalam menjembatani informasi mengenai visa dan ketentuan bekerja di Jepang.

“Program seperti ini perlu dijalankan bersama dengan pemerintah. Kalau pemerintah tidak ikut terlibat, akan sulit menentukan aturan atau mekanismenya,” ujar Mori.

Data Pemprov Jateng menunjukkan penempatan pekerja asal Jateng ke Jepang meningkat dari 3.760 orang pada 2024 menjadi 5.712 orang pada 2025, atau sekitar 52 persen.

Mori berharap komunikasi dengan Pemprov Jateng berlanjut untuk menyusun skema penyiapan dan penempatan tenaga kerja yang lebih baik.(sun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *