Hardi
Hardi, Sosok Pendamping Petani Organik Mitra Pertamina Cepu.(Dok BahteraJateng/Putut)

Pendamping yang Intensif Tingkatkan Keberhasilan Sebuah Program

BLORA[BahteraJateng] – Keberhasilan sebuah program, tujuh puluh persen dipengaruhi oleh pendampingan yang intensif.

Hal tersebut disampaikan Hardi pendamping pertanian organik dari Lembaga Carios Mitra Pertamina EP Cepu di Sanggar Pule Farm Desa Nglobo, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora pada Selasa (9/12).


Hardi yang mendampingi pertanian organik mitra Pertamina selama sebelas tahun, menyampaikan trik pendekatan ke petani konvensional.

“Selama sebelas tahun saya mendampingi petani organik dan bermitra dengan Pertamina, mulai dari Aceh hingga NTT. Dan pendekatan yang saya lakukan ke para petani untuk berubah ke organik, melalui kesehatan, teknis, agama, dan ada yang mengalir apa adanya melalui dialog atau saya menyebutnya pendekatan alami,” kata Hardi kepada BahteraJateng.


Hardi memaparkan, pendekatan tersebut dilakukan untuk merubah mindset petani sebelum melangkah ke teknis.

“Yang paling sering, melalui pendekatan kesehatan. Bahwa banyaknya ragam penyakit pada manusia, dikarenakan pikiran dan asupan makanan. Kalau makanan yang dikonsumsi minim atau sama sekali tanpa berbagai bahan kimia sintetis, saya yakin, penyakit pada manusia tidak sebanyak seperti ini,” ungkap Hardi.

Lebih lanjut Hardi menjelaskan terkait pertanian organik dan prosesnya menuju pangan sehat.

“Masih banyak yang belum memahami arti sesungguhnya organik. Organik itu mulai dari persiapan lahan, pupuk, hingga proses akhir tanpa ada sentuhan kimia sintetis. Bahkan penggunaan pupuk kandang tidak langsung digunakan, akan tetapi difermentasi terlebih dulu agar menjadi kompos,” papar Hardi.

Jarwoyo atau akrab dipanggil Yoyok, salahsatu petani Desa Nglobo menyampaikan terkait pendamping di desanya.

“Sangat bagus mas, bahasanya mudah dipahami bagi orang awam,” kata Yoyok.

Dan keberhasilan pendampingan ini dibuktikan dengan meningkatnya produksi padi petani binaan.

Sebelum organik, produksi gabah per hektar sekitar 2 sampai 4 ton, setelah berubah ke pola organik, panen menjadi 6 sampai 7 ton per hektar.

Selain mendampingi petani organik, Hardi yang memiliki sertifikat C-Herbs (Sertifikat herbalis-red), diminta pula mendampingi ibu-ibu PKK Desa Nglobo mengolah 30 macam jamu herbal.(day)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *