Tasyakuran di Mata Air Penewen Desa Wonokerto
Perhutani KPH Kebonharjo menghadiri tasyakuran yang digelar warga Desa Wonokerto, Kecamatan Sale, Kabupaten Rembang, di kawasan mata air Sumber Penewen, RPH Tuder, BKPH Tuder, Jumat (3/7).(Dok. KPH Kebonharjo)

Perhutani Kebonharjo Dukung Tasyakuran Warga di Mata Air Penewen Desa Wonokerto

REMBANG[BahteraJateng] – Perum Perhutani KPH Kebonharjo mendukung pelaksanaan tasyakuran yang digelar warga Desa Wonokerto, Kecamatan Sale, Kabupaten Rembang, di kawasan mata air Sumber Penewen, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Tuder, BKPH Tuder pada Jumat (3/7/2026).

Tradisi tahunan tersebut merupakan wujud rasa syukur masyarakat atas melimpahnya berkah alam, kelancaran hasil pertanian, serta ketersediaan air bersih yang selama ini menjadi penopang kehidupan warga.


Kegiatan dihadiri Asper/KBKPH Tuder beserta jajaran, Pemerintah Desa Wonokerto, perwakilan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Sale, serta masyarakat setempat.

Mewakili Administratur/KKPH Kebonharjo, Asper/KBKPH Tuder Sutikno, menegaskan komitmen Perhutani dalam mendukung pelestarian sumber mata air di kawasan hutan.


“Perhutani selalu mendukung pemanfaatan mata air dalam kawasan hutan agar tetap terjaga dan terus mengalir. Dukungan penuh juga kami berikan untuk pelaksanaan tasyakuran di Sumber Penewen ini,” ujar Sutikno.

Ia mengajak seluruh masyarakat dan pemerintah desa untuk terus menjaga kelestarian hutan agar fungsi ekologisnya tetap terpelihara, termasuk menjaga keberlangsungan sumber air yang dimanfaatkan warga.

Kepala Desa Wonokerto, Asrofi, menyampaikan apresiasi kepada Perhutani KPH Kebonharjo yang telah memberikan akses pemanfaatan Sumber Penewen bagi masyarakat.

“Mata air ini sangat membantu warga dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga maupun pertanian. Kami mengajak seluruh warga Wonokerto terus menjaga hutan di sekitar mata air agar debit air tetap terjaga,” katanya.

Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Sale untuk berdialog dengan para petani mengenai teknik budidaya, kondisi lahan, serta berbagai persoalan pertanian yang dihadapi di lapangan.

Suasana kebersamaan tampak terasa sepanjang kegiatan. Warga dari berbagai kalangan mengikuti tasyakuran secara sederhana dengan semangat gotong royong, sekaligus memperkuat komitmen bersama menjaga kelestarian hutan dan sumber mata air sebagai penyangga kehidupan masyarakat.(day)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *