Perhutani Randublatung Rencanakan Penggunaan Drone untuk Pengamanan Hutan
BLORA[BahteraJateng] — Perum Perhutani KPH Randublatung berencana memanfaatkan teknologi drone untuk mendukung pengamanan hutan, menyusul keterbatasan jumlah personel lapangan yang berdampak pada intensitas pengawasan dan pengendalian kegiatan produksi di wilayah kerja yang luas.
Administratur/Kepala KPH Randublatung, Herry Merkussiyanto Putro, menyampaikan bahwa saat ini terdapat sekitar 16 Kepala Resort Pemangkuan Hutan (KRPH) yang tidak memiliki mandor.
Untuk mendukung operasional di lapangan, pihaknya memanfaatkan tenaga alih daya dan pekerja paruh waktu, baik dalam kegiatan pengamanan, penebangan, maupun angkutan kayu.
“Namun, jumlah tenaga tersebut masih belum sebanding dengan luas dan kompleksitas wilayah kerja KPH Randublatung,” kata Herry saat menerima kunjungan Kepala Divisi Regional (Divre) Jawa Tengah, Asep Dedi Mulyadi pada Rabu (7/1).
Ia menambahkan, pada tahun berjalan KPH Randublatung dibebani target tebangan yang cukup tinggi. Meski berkomitmen memenuhi target dengan tetap memperhatikan kelestarian hutan, keselamatan kerja, serta kepatuhan terhadap SOP, keterbatasan personel menjadi tantangan dalam pencapaian target secara optimal dan tepat waktu.
Menanggapi hal tersebut, Asep Dedi Mulyadi menginstruksikan agar KPH Randublatung membentuk tim kecil untuk melakukan uji coba patroli menggunakan drone.
“Uji coba ini penting untuk melihat sejauh mana efektivitas drone dalam mendukung patroli keamanan hutan. Hasilnya bisa menjadi bahan kajian bagi Divre untuk penerapan ke depan,” ujar Asep.
Ia juga menegaskan bahwa pemenuhan personel akan dilakukan berdasarkan skala prioritas, mengingat banyak KPH lain di Jawa Tengah yang menghadapi kendala serupa.
Dalam kunjungannya, Asep Dedi bersama tim juga menyempatkan diri melihat Jati Denok, pohon jati berusia ratusan tahun yang dikenal sebagai jati tertua dan terbesar di dunia, sebelum melanjutkan perjalanan ke kawasan Cagar Alam di wilayah BKPH Temanjang.(day)

