PKSM Jateng
Kegiatan Short Course Pendamping Perhutanan Sosial yang digelar Forum PKSM Jawa Tengah di Pos Penyuluhan Kehutanan Rembang.(Dok. PKSM Jateng)

PKSM Jateng Dorong Pemahaman Perhutanan Sosial untuk Cegah Konflik

REMBANG[BahteraJateng] – Forum Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat (PKSM) Jateng mendorong peningkatan pemahaman masyarakat dan pendamping terkait program Perhutanan Sosial. Pemahaman yang utuh dinilai penting untuk mencegah munculnya salah persepsi hingga konflik dalam pengelolaan kawasan hutan.

Dorongan tersebut disampaikan dalam kegiatan Short Course Pendamping Perhutanan Sosial yang digelar Forum PKSM Jawa Tengah di Pos Penyuluhan Kehutanan Rembang, 5–6 Agustus 2026.


Ketua Forum PKSM Jawa Tengah, Achmad Rif’an, mengatakan informasi mengenai Perhutanan Sosial harus disampaikan secara lengkap dan seragam kepada masyarakat. Menurutnya, informasi yang tidak utuh berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dalam pelaksanaan program di lapangan.

“Perhutanan Sosial bisa melenceng dari tujuannya jika informasi yang diberikan tidak padu dan lengkap. Informasi sepotong-sepotong bisa menimbulkan konflik,” ujarnya.


Ia berharap jajaran Cabang Dinas Kehutanan di wilayah lain dapat meningkatkan sinergi dengan PKSM setempat. Menurutnya, Balai Perhutanan Sosial dan Kementerian Kehutanan juga perlu lebih proaktif dalam memberikan pendampingan agar pengelolaan hutan tetap lestari sekaligus mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Salah satu narasumber, Jati Wiyono, juga menilai masih terdapat persepsi yang keliru mengenai Perhutanan Sosial. Karena itu, pembekalan dan peningkatan kapasitas pendamping diperlukan agar informasi yang diterima masyarakat sesuai dengan tujuan program.

Kepala Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah I Jawa Tengah, Susilo Margono, mengapresiasi pelaksanaan pelatihan tersebut. Ia menilai PKSM perlu mendapatkan bekal dan kompetensi yang memadai dalam menjalankan fungsi pendampingan.

Short course tersebut diikuti 27 PKSM dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Tengah, PK ASN, serta Ketua Pokja P3SDM.

Peserta mendapatkan materi antara lain pembuatan peta, penyusunan Rencana Kelola Perhutanan Sosial (RKPS), dan pembentukan kelompok tani hutan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan dialog interaktif mengenai berbagai kondisi dan persoalan yang ditemui di lapangan.

Achmad Rif’an berharap peningkatan kapasitas tersebut turut menumbuhkan kesadaran bahwa upaya reforestasi dan menjaga kelestarian hutan merupakan tanggung jawab bersama.(day)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *