Kerajinan tangan bungkus kopi
Wulandari dan hasil kerajinan tangan dari bungkus kopi sachet bekas, Jumat (19/9).(BahteraJateng)

Warga Blora Sulap Bungkus Kopi Jadi Kerajinan Bernilai Jual

BLORA[BahteraJateng] – Keberanian mencoba hal baru untuk menambah pendapatan keluarga, menjadi titik awal usaha mengolah bungkus kopi sachet bekas menjadi barang yang memiliki nilai jual.

Hal tersebut disampaikan Wulandari dirumahnya Desa Nglobo, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora pada Jumat (19/9).

Kemampuannya dalam menganyam didapat secara otodidak. Dan dengan sedikit kreatifitas seni, kerajinan yang dihasilkannya tidak hanya kuat, tapi indah dilihat.

“Belajar secara otodidak, dan terkadang melihat dari kanal media sosial untuk meningkatkan kualitas anyaman. Dan tas yang saya buat, sama sekali tanpa jahitan, tapi mampu membawa beras hingga 10 kilogram,” kata Wulan, sapaan akrabnya kepada BahteraJateng.

Ketika disinggung ketersediaan bahan baku, Wulan tidak merasa kesulitan mendapatkannya.

“Untuk bahan baku cukup banyak, dari warung kopi orangtua, juga dari tetangga sekitar. Dan Alhamdulillah, pesanan selalu ada. Terakhir pesanan Pak Pudik (Kades Nglobo) sebanyak 50 biji untuk souvenir tamu pada suatu acara,” lanjut Wulan.

Ibu satu anak inipun menunjukkan cara menganyam dari awal hingga membentuk satu pola tas ukuran sedang. Dari praktiknya membuat tas, wadah tissue, dan taplak meja, kesemuanya sama sekali tanpa jahitan benang yang menyertainya.

“Untuk pengerjaan, kalau konsentrasi penuh, sehari saya sendiri mampu buat hingga tiga tas. Dan kalau pesanan banyak, ibu (orangtuanya) ikut juga memproduksi pesanan,” pungkas Wulan.(day)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *