XL Pastikan Kesiapan Jaringan Saat Cap Go Meh
JAKARTA [BahteraJateng]- PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) pastikan kesiapan jaringan komunikasi dalam mendukung kelancaran kebutuhan pelanggan saat Cap Go Meh merupakan puncak dari rangkaian perayaan Imlek 2025.
“Perayaan Cap Go Meh selalu menjadi momen penting bagi masyarakat Tionghoa di sejumlah kota di Indonesia. Terlebih perayaan ini juga telah menjadi obyek wisata, seperti antara lain yang ada di Singkawang. Kami menyadari bahwa komunikasi yang lancar menjadi kebutuhan utama selama momen spesial ini,” ungkap Group Head Service Operation Management XL Axiata, Waqas Malik, Jumat (7/2).
Oleh karena itu, lanjut dia, telah melakukan berbagai langkah optimasi jaringan agar pelanggan tetap bisa menikmati layanan optimal. XL Axiata memperkirakan lonjakan trafik data hingga lebih dari 40% dibandingkan hari normal, terutama di kota-kota menjadi pusat perayaan Cap Go Meh. Meliputi Singkawang, Pontianak, Medan, Jakarta, Semarang, dan Surabaya.
“Kenaikan trafik ini didorong oleh penggunaan layanan streaming, social media, video call, serta aplikasi pesan instan digunakan untuk berbagi momen perayaan,” ungkap dia.
XL Axiata, kata dia, melakukan berbagai langkah strategis seperti optimasi dan peningkatan kapasitas jaringan di titik-titik strategis seperti tempat ibadah, pusat perayaan, serta area wisata menjadi destinasi utama masyarakat. Selain itu, peningkatan jumlah BTS 4G LTE, termasuk penyediaan Mobile BTS (MBTS) di lokasi dengan potensi kepadatan pengguna tinggi.
“Monitoring jaringan secara real-time selama perayaan untuk memastikan kualitas layanan tetap optimal. Tim teknis siap siaga 24/7 untuk menangani potensi gangguan dan melakukan penyesuaian kapasitas sesuai kebutuhan di lapangan,” terang dia.
Saat ini, jaringan XL Axiata telah menjangkau lebih dari 475 kota/kabupaten di Indonesia dengan total lebih dari 165 ribu BTS, termasuk lebih dari 110 ribu BTS 4G LTE tersebar di seluruh wilayah di Indonesia. Infrastruktur ini juga diperkuat oleh jaringan fiber optik memastikan konektivitas antar wilayah tetap stabil.
“Tingkat keterhubungan dengan jaringan fiber optik (fiberized) mencapai 63%. Fiberisasi BTS tersebut dilakukan untuk meningkatkan kualitas jaringan data dan sebagai persiapan implementasi 5G di masa mendatang,” tukas dia.

