Yayasan Purnama Siap Kolaborasi dengan Mitra untuk Putus Mata Rantai Ancaman Anak Putus Sekolah
SEMARANG[BahteraJateng] – Yayasan Purnama Jawa Tengah bersama lembaga-lembaga pendidikan dasar dan menengah yang dikelolanya siap membantu program pemerintah dalam upaya memutus kasus anak usia sekolah tapi belum mendapatkan layanan pendidikan sebagaimana yang diamanatkan konstitusi
Ketua Dewan Pengurus Yayasan Purnama Jateng, Drs Nur Hadi Amiyanto, M.Ed mengatakan hingga kini masih ada anak-anak usia sekolah di berbagai daerah di Jateng tidak bisa menikmati layanan pendidikan atau masuk sekolah, terutama SMP dan SMTA karena faktor biaya salah satunya.

“Pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota se-Jateng bisa menuntaskan problem itu melalui kerjasama atau kolaborasi dengan sekolah-sekolah yang dikelola masyarakat atau swasta,kami Yayasan Purnama sudah melakukan itu di Kota Semarang,” kata Nur Hadi.
Nur Hadi yang juga mantan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah mengatakan hal itu usai membuka kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) dan Halal Bihalal Yayasan Purnama bersama para Kepala dan wakil Kepala Sekolah Purnama se Jateng di
aula Wisma Kartini BBPMP Jateng, Srondol Kota Semarang pada Rabu (1/4/2026). Acara ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari, Rabu-Kamis (1-2/4/2026).
Menurutnya, Pemkot Semarang selama ini telah bekerjasama dengan sekolah-sekolah swasta, termasuk dengan Sekolah Purnama Semarang memberikan layanan pendidikan bebas biaya, setiap siswa yang orang tuanya tidak mampu dialokasikan dana sebesar Rp 150 ribu/bulan melalui program BOS Daerah.
Kebijakan ini, lanjutnya sangat bermanfaat, di satu sisi akan memutus mata rantai anak usia sekolah yang terancam tidak bisa bersekolah karena faktor keterbatasan biaya, di sisi lain membantu kelangsungan sekolah swasta yang pembiayaannya mengandalkan dana dari masyarakat atau orang tua peserta didik.
Dia menambahkan, saat ini Yayasan Purnama Jateng mengelola 19 sekolahan tersebar di tujuh daerah,meliputi Kota Semarang, Kabupaten Magelang, Kebumen, Cilacap, Banyumas, Kabupaten dan Kota Tegal. Kondisinya bervariatif.
Agar kualitasnya terstandar,lanjutnya Yayasan bersama pimpinan sekolah menggelar rakor untuk mempertajam visi dan strategi sekolah, sehingga layanan kualitas pendidikan sekolah Purnama semakin meningkat.
Dikatakan, Yayasan Purnama Jateng berharap agar Pemprov Jateng dan Pemkab/Pemkot di Jateng dapat menduplikasi kebijakan Pemkot Semarang dalam upaya memutus mata rantai kasus anak usia sekolah tetapi terancam tidak bisa bersekolah dengan menggandeng lembaga-lembaga pendidikan swasta.
“Tentu yang digandeng sebagai mitra adalah sekolah-sekolah swasta yang masih memiliki kuota, atau kuota penerimaan peserta didik baru belum terpenuhi, ” ujarnya.
Sekretaris Yayasan Purnama Jateng, Drs Puji Joharnoto, MM.Par mengatakan kehadiran masyarakat dalam peran pendidikan melalui pendirian sekolah-sekolah swasta selama ini sangat membantu pemerintah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat di bidang pendidikan.
Menurutnya, sekolah-sekolah negeri yang dikelola pemerintah daya tampungnya sangat terbatas, karena itu masyarakat hadir mengatasi problem itu. Demikian juga Yayasan Purnama Jateng hadir untuk membantu pemerintah memberikan layanan pendidikan kepada masyarakat.
“Ditengah munculnya berbagai tantangan, kami optimis sekolah-sekolah dibawah Yayasan Purnama dapat mengatasi tantangan yang muncul. Pengelola yayasan yang pengurusnya adalah para mantan ASN yang bertugas di bidang pendidikan memiliki pengalaman bagaimana mengelola pendidikan yang berkualitas dan bermutu,” tuturnya.(day)

