57 Perusahaan Vietnam Bidik Jateng di SEMBIZ 2026, Ahmad Luthfi Kejar Investasi Padat Karya
SEMARANG[BahteraJateng] – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengungkapkan rencana masuknya 57 perusahaan asal Vietnam yang bergerak di sektor padat karya. Ekspansi perusahaan tersebut diharapkan membuka peluang kerja baru sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah.
Rencana investasi itu disampaikan Luthfi saat membuka Semarang Business Forum (SEMBIZ) ke-19 Tahun 2026 di The Suri Ballroom, Queen City Mall, Kota Semarang pada Rabu (21/10).
“Ada 57 perusahaan Vietnam padat karya nanti akan membangun di wilayah kita. Karena role model kegiatan padat karyanya Vietnam sama dengan kita. Dan dia akan buka cabang di wilayah kita,” kata Luthfi.
Menurut dia, masuknya investasi padat karya perlu didukung kesiapan daerah, mulai dari iklim usaha yang kondusif, ketersediaan tenaga kerja kompetitif, hingga infrastruktur dan konektivitas antarkawasan.
Luthfi mendorong Kota Semarang menjadi pusat penghubung investasi, perdagangan, dan pariwisata dengan daerah-daerah di sekitarnya. Potensi ekonomi Kendal, Demak, Grobogan, dan Salatiga perlu diintegrasikan agar investasi dapat berkembang sesuai keunggulan masing-masing wilayah.
“Wali Kota Semarang sebagai hub-nya, sebagai komandan perang untuk membangun wilayah eks-Karesidenan Semarang,” ujarnya.
Dia menegaskan, pengembangan ekonomi daerah tidak bisa hanya mengandalkan anggaran pemerintah. Kolaborasi dengan sektor swasta dibutuhkan untuk menciptakan kegiatan ekonomi baru, memperluas usaha, dan meningkatkan penyerapan tenaga kerja.
Luthfi juga menekankan pentingnya mengintegrasikan sektor pariwisata, perdagangan, dan investasi sebagai mata rantai penggerak ekonomi daerah.
Berdasarkan data yang dipaparkan dalam forum tersebut, realisasi investasi Jawa Tengah hingga triwulan III 2026 mencapai Rp 72,54 triliun atau 73,21 persen dari target tahunan sebesar Rp 99,09 triliun.
Kabupaten Kendal mencatat realisasi investasi tertinggi sebesar Rp 13,61 triliun, disusul Kota Semarang Rp 9,07 triliun dan Kabupaten Batang Rp 8,54 triliun.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan, keterbatasan lahan di Kota Semarang membuat kerja sama dengan daerah penyangga menjadi penting. Semarang akan memperkuat sektor perdagangan dan jasa, sementara daerah sekitarnya dapat mengembangkan industri sesuai potensi masing-masing.
“Kota Semarang tidak bisa sendiri. Pemerintah Kota Semarang tidak bisa sendiri. Maka kami mengundang seluruh investor untuk turut serta bersama-sama mengembangkan usaha untuk kebersamaan dan kemajuan,” kata Agustina.
Melalui SEMBIZ, pemerintah berharap penjajakan bisnis dapat berlanjut menjadi kerja sama konkret yang membuka lapangan kerja, memperkuat usaha lokal, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.(sun)

