Agustin-Iswar Siap Tata Panggung Lor dan Buka Akses Langsung ke Bandara Ahmad Yani
SEMARANG[BahteraJateng] – Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang, nomor urut 1, Agustin-Iswar (Jaguar), berkomitmen menata kawasan Panggung Lor di Semarang Utara dan membuka akses langsung menuju Bandara Ahmad Yani. Mereka mengingat kembali kejayaan Panggung Lor yang dulu menjadi primadona investasi namun sempat surut akibat masalah banjir.
Agustin menyebut bahwa di bawah kepemimpinan Hendrar Prihadi (Hendi) dan Hevearita Gunaryanti Rahayu (Ita) dalam 10 tahun terakhir, kawasan tersebut berhasil tertata dan menarik investor kembali. Ia menekankan bahwa Iswar, sebagai mantan Kepala Dinas Bina Marga (sekarang DPU) dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang, memainkan peran penting dalam penanganan infrastruktur dan pengendalian banjir di wilayah itu.
“Yang tahu Panggung Lor, dulu primadona, tapi sempat ditinggal warganya karena sering banjir. Sekarang, kawasan ini kembali maju dan bersih. Kita perlu berterima kasih kepada Mas Hendi, Mbak Ita, dan tentu Pak Iswar yang banyak membantu,” ujar Agustin kepada warga Panggung Lor, Jumat (11/10/2024).
Iswar menambahkan bahwa penataan kawasan dengan masalah lingkungan memang tidak mudah. Namun, dengan kekompakan warga, Panggung Lor bahkan pernah memenangkan lomba tata ruang.
“Warga Panggung Lor berhasil dalam gotong royong, dan itu dibuktikan dengan penghargaan yang pernah diraih,” katanya.
Ia juga menyoroti beberapa pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, seperti renovasi Pasar Panggung dan penataan PKL di Jalan Hasanuddin.
“Panggung Lor sudah dikenal sebagai destinasi wisata kuliner dengan transaksi harian tinggi, sehingga PKL harus ditata agar meningkatkan pendapatan warga dan PAD,” jelas Iswar.
Jaguar juga berencana menambah akses transportasi untuk mengurangi kemacetan. Salah satu proyek prioritasnya adalah pembangunan jembatan di Banjir Kanal Barat (BKB) yang menghubungkan Semarang Barat, Utara, dan Tengah. Jembatan ini akan mempermudah akses ke Bandara Ahmad Yani melalui Jalan Hasanuddin dan kawasan Madukoro.
“Jika anggaran mencukupi, kami akan bekerja sama dengan pemerintah pusat untuk merealisasikan jembatan menuju bandara,” tambah Iswar.
Iswar juga menjelaskan bahwa dana Rp 25 juta per tahun untuk RT bertujuan meringankan beban warga dalam mengelola iuran lingkungan, mengingat kesibukan warga bekerja.(sun)

