Musahadi
Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Musahadi, saat Gala Dinner penyambutan delegasi asesor ACQUIN di Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Minggu (12/7).(Dok. UIN Walisongo)

Rektor UIN Walisongo: Akreditasi Internasional Bukan Sekadar Lencana Birokrasi

SEMARANG[BahteraJateng] – Rektor UIN Walisongo Semarang Prof. Musahadi, menegaskan bahwa proses akreditasi internasional oleh ACQUIN (Jerman) bukan sekadar formalitas administratif, melainkan wujud komitmen universitas dalam meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan.

Penegasan itu disampaikan saat Gala Dinner penyambutan delegasi asesor ACQUIN di Gradhika Bhakti Praja, Semarang pada Minggu (12/7/2026). Acara tersebut turut dihadiri Kepala Biro Organisasi, Otonomi Daerah, dan Kerja Sama Setda Provinsi Jawa Tengah, Edi Kiswanto, yang mewakili Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Dalam sambutannya, Prof. Musahadi menyampaikan bahwa kehadiran tim asesor ACQUIN menjadi kehormatan bagi UIN Walisongo sekaligus momentum penting dalam perjalanan internasionalisasi kampus.

“Bagi kami, akreditasi internasional ini bukan sekadar lencana birokrasi atau ritual administratif belaka. Kami memandangnya sebagai langkah positif untuk menunjukkan komitmen konkret UIN Walisongo Semarang dalam melakukan perbaikan berkelanjutan berdasarkan standar Eropa. Karena itu, kami menyambut proses ini dengan semangat kerendahan hati dan keterbukaan,” ujarnya.

Menurutnya, komitmen terhadap mutu telah menjadi bagian dari arah pengembangan UIN Walisongo yang saat ini telah mengantongi akreditasi institusi “Unggul” dari BAN-PT. Pada 2026, universitas tersebut menjalani visitasi internasional terhadap 38 program studi, yang menjadi proses akreditasi internasional terbesar sepanjang sejarah kampus.

Dalam kesempatan itu, Prof. Musahadi juga memaparkan sejumlah keunggulan akademik UIN Walisongo, mulai dari paradigma Unity of Sciences sebagai dasar integrasi ilmu keislaman dan sains modern, pengembangan Ilmu Falak yang didukung planetarium dan observatorium, hingga keberadaan Walisongo Halal Center dan Walisongo Mediation Center yang telah terakreditasi Mahkamah Agung.

Ia juga menegaskan bahwa hasil riset di UIN Walisongo diarahkan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat melalui kolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) maupun Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Menutup sambutannya, Prof. Musahadi berharap seluruh rangkaian visitasi ACQUIN dapat berlangsung lancar dan menghasilkan manfaat bagi kedua belah pihak. Ia juga mengutip filosofi budaya Jawa bahwa tamu merupakan sumber kehormatan dan pembawa berkah bagi tuan rumah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *