Gubernur Ahmad Luthfi
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi meninjau pelaksanaan hari pertama pembelajaran Program Sekolah Kemitraan di SMA Laboratorium UPGRIS, Kota Semarang, Senin (13/7).(Dok. Humas Pemprov)
|

Program Sekolah Kemitraan Pemprov Jateng Jadi Solusi Anak Gagal Masuk Sekolah Negeri

SEMARANG[BahteraJateng] – Program Sekolah Kemitraan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) menjadi solusi bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera yang gagal lolos seleksi sekolah negeri agar tetap dapat melanjutkan pendidikan secara gratis.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau pelaksanaan hari pertama pembelajaran Program Sekolah Kemitraan di SMA Laboratorium UPGRIS, Kota Semarang pada Senin (13/7/2026). Dalam kesempatan itu, ia menegaskan tidak boleh ada anak putus sekolah hanya karena terkendala kondisi ekonomi.

“Mereka harus tetap sekolah, tidak boleh putus sekolah. Sekolah tidak boleh berhenti hanya karena kondisi keluarga kurang mampu,” kata Luthfi.

Menurutnya, Program Sekolah Kemitraan merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah dalam memberikan jaminan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Para penerima manfaat berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari anak pengemudi ojek, pedagang angkringan, buruh, hingga anak yang telah kehilangan orang tua.

Salah satu penerima program, Rafa Fidianto, mengaku bersyukur tetap dapat melanjutkan pendidikan meski gagal diterima di sekolah negeri. Putra seorang pengemudi ojek itu kini resmi menjadi siswa SMA Laboratorium UPGRIS melalui Program Sekolah Kemitraan.

“Sebelumnya saya sempat ikut mendaftar ke sekolah negeri, tetapi nilai saya tidak cukup. Saya senang bisa sekolah di sini karena bisa mendapat banyak teman,” ujarnya.

Pada tahun ajaran 2026/2027, Pemprov Jawa Tengah bekerja sama dengan 139 sekolah swasta yang terdiri atas 56 SMA dan 83 SMK. Melalui program tersebut, sebanyak 3.663 siswa diterima, meningkat dibandingkan tahun ajaran sebelumnya yang berjumlah 2.390 siswa.

Di Kota Semarang, sebanyak 51 siswa mengikuti Program Sekolah Kemitraan, tersebar di SMA Laboratorium UPGRIS, SMK Bina Nusantara, dan SMK Ibu Kartini. Selain memperoleh pendidikan gratis, para siswa juga menerima perlengkapan sekolah dan sepatu, sementara orang tua mereka mendapatkan bantuan paket sembako dari Baznas Jawa Tengah.

Luthfi berharap kesempatan tersebut dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk meraih cita-cita dan memperbaiki masa depan. Ia juga mengingatkan seluruh sekolah agar menciptakan lingkungan belajar yang aman, humanis, dan bebas dari perundungan maupun perpeloncoan.(sun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *