Cap Tangan Jadi Simbol Komitmen, Siswa SDN 1 Turitempel Ikrarkan Stop Kekerasan Seksual
DEMAK[BahteraJateng] — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Mandiri Inisiatif Terprogram (KKN MIT) Ke-22 Posko 98 UIN Walisongo Semarang menggelar sosialisasi bertema “Stop Kekerasan Seksual” di SDN 1 Turitempel, Desa Turitempel, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak pada Kamis (6/8/2026). Kegiatan yang diikuti 66 siswa ini digagas sebagai upaya menumbuhkan kesadaran sejak dini kepada anak-anak mengenai bahaya dan cara melindungi diri dari tindak kekerasan seksual.
Sosialisasi ini tidak hanya menyampaikan materi edukatif seputar batasan tubuh dan sentuhan yang tidak pantas, tetapi juga dikemas dengan aksi simbolis berupa penandaan cap tangan pada media yang telah disediakan. Melalui cap tangan tersebut, setiap siswa menyatakan janji untuk tidak melakukan maupun menjadi pelaku kekerasan seksual di lingkungan mereka.
Koordinator Desa KKN MIT Ke-22 Posko 98, Moh. Liwaul Hamdi, mengungkapkan bahwa kegiatan ini lahir dari keprihatinan tim terhadap pentingnya edukasi sejak usia dini sebagai bentuk pencegahan.
“Anak-anak usia sekolah dasar itu rentan menjadi korban karena minimnya pemahaman tentang batasan tubuh dan sentuhan yang tidak pantas. Lewat sosialisasi ini, kami ingin mereka paham cara mengenali dan melaporkan jika mengalami atau melihat kekerasan seksual di sekitarnya,” ujarnya.
Senada dengan itu, Koordinator Divisi Kesehatan Lingkungan, M. Aria Eka, menjelaskan alasan tim memilih metode cap tangan dalam penyampaian materi.
“Kami sengaja mengemas materi dengan cara yang menyenangkan, salah satunya lewat cap tangan ini. Harapannya, komitmen menolak kekerasan seksual bukan cuma jadi materi yang didengar, tapi juga tertanam kuat dalam ingatan mereka,” jelasnya.
Guru SDN 1 Turitempel, Sumarto, mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut. Ia menilai program yang dilaksanakan tidak hanya memberikan edukasi kepada peserta didik, tetapi juga diharapkan mampu menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi lingkungan sekolah.
“Kami dari pihak sekolah sangat terbantu dengan adanya sosialisasi ini. Topik seperti ini penting, tapi terkadang sulit disampaikan guru dalam kegiatan belajar mengajar biasa. Semoga apa yang disampaikan tadi bisa terus diingat dan diterapkan anak-anak dalam keseharian mereka,” ujar Sumarto.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN MIT Ke-22 Posko 98 berharap SDN 1 Turitempel dapat tumbuh menjadi lingkungan belajar yang lebih aman dan suportif, serta bebas dari kekerasan seksual bagi seluruh siswanya.

