Porprov Jateng XVII 2026
Ketua Umum Panitia Besar (PB) Porprov Jawa Tengah XVII 2026, Taj Yasin Maimoen, dalam konferensi pers Opening Ceremony Porprov Jateng XVII 2026 di Co-Working Space Kantor Gubernur Rumah Rakyat, Gedung A Setda Provinsi Jawa Tengah, Rabu (21/10).(Foto. Bahtera Jateng/PH)
|

Porprov Jateng XVII 2026 Pertandingkan 58 Cabang Olahraga, Kirab Obor Dimulai dari Mrapen

SEMARANG[Bahtera Jateng] — Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII 2026 akan mempertandingkan 58 cabang olahraga (cabor) yang tersebar di lima kabupaten/kota wilayah Semarang Raya, diantaranya Kota Semarang tuan rumah utama, Kabupaten Semarang, Kota Salatiga, Kabupaten Kendal dan Kabupaten Demak.

Ajang olahraga tingkat provinsi ini diharapkan menjadi wadah pembinaan atlet berprestasi sekaligus mempersiapkan atlet Jawa Tengah menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Ketua Umum Panitia Besar (PB) Porprov Jawa Tengah XVII 2026, Taj Yasin Maimoen, menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers Opening Ceremony Porprov Jateng XVII 2026 di Co-Working Space Kantor Gubernur Rumah Rakyat, Gedung A Setda Provinsi Jawa Tengah pada Rabu (21/10/2026).

Salah satu rangkaian menjelang pembukaan Porprov adalah kirab obor yang dijadwalkan dimulai dari Api Abadi Mrapen, Kabupaten Grobogan, pada Sabtu (24/10/2026).

Dalam prosesi tersebut, api akan diambil oleh Bupati Grobogan, kemudian diserahkan kepada Wakil Gubernur Jawa Tengah selaku Ketua Umum PB Porprov. Selanjutnya, api akan diteruskan kepada atlet Jawa Tengah. Sebanyak 17 atlet dijadwalkan terlibat dalam prosesi awal pembawaan api tersebut.

Porprov dijadwalkan berlangsung di Stadion Jatidiri, Semarang, pada 25 Oktober 2026 pukul 19.00 WIB. Sementara itu, upacara penutupan akan digelar di Kabupaten Kendal pada 30 Oktober 2026 pukul 19.00 WIB.

Taj Yasin berharap seluruh pihak dapat mengawal dan memfasilitasi penyelenggaraan Porprov agar berlangsung tertib, aman, serta menjunjung tinggi sportivitas.

Menurut dia, Porprov tidak hanya menjadi ajang kompetisi antaratlet daerah, tetapi juga bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembinaan olahraga di Jawa Tengah.

“Pembinaan tersebut diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang dapat melanjutkan karier ke jenjang kompetisi yang lebih tinggi,” ujarnya.

Dalam sesi tanya jawab, Aji dari Mediaindonesia.com menanyakan langkah mitigasi terhadap berbagai persoalan yang berpotensi muncul selama penyelenggaraan Porprov.

Menanggapi pertanyaan tersebut, panitia menekankan pentingnya pengucapan sumpah dan janji bagi para hakim pertandingan agar menjalankan tugas dengan menjunjung tinggi sportivitas. Langkah ini diharapkan dapat mendukung penyelenggaraan kompetisi yang tertib dan menjunjung prinsip keadilan.

Selain itu, panitia juga berupaya melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam kegiatan Porprov XVII 2026. Keterlibatan UMKM diharapkan dapat membuka peluang ekonomi bagi masyarakat selama ajang olahraga tersebut berlangsung.

Sementara itu, Angga dari Jateng Pos menanyakan kemungkinan adanya cabang olahraga baru pada Porprov tahun ini.

Panitia menyampaikan bahwa belum ada penambahan cabang olahraga baru untuk penyelenggaraan Porprov XVII 2026. Meski demikian, persiapan untuk menghadirkan cabang olahraga baru direncanakan dilakukan pada tahun berikutnya.

Dalam kesempatan yang sama, Hariyanto dari Radio Republik Indonesia (RRI) menanyakan mengenai cabang olahraga unggulan, baik kategori perorangan maupun beregu.

Menanggapi pertanyaan tersebut, panitia mengaitkan penyelenggaraan Porprov dengan persiapan atlet Jawa Tengah menuju PON 2028. Ajang ini diharapkan menjadi salah satu sarana evaluasi kemampuan atlet sekaligus mengukur hasil pembinaan olahraga di tingkat daerah.

Ketua Harian PB Porprov Jawa Tengah 2026, Sujarwanto Dwiatmoko, turut menjadi bagian dari jajaran panitia yang menangani penyelenggaraan ajang tersebut.

Dengan mempertandingkan 58 cabang olahraga, Porprov Jateng XVII 2026 diharapkan tidak hanya menghasilkan atlet berprestasi, tetapi juga memperkuat pembinaan olahraga daerah, menumbuhkan sportivitas, dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat melalui keterlibatan UMKM.(day)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *