Wali Kota Agustina
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, saat menghadiri peresmian Revitalisasi Tahap I Bangunan Cagar Budaya Stasiun Semarang Tawang oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Kamis (30/7).(Dok. Humas Pemkot)
|

Agustina: Revitalisasi Stasiun Tawang Dongkrak Perdagangan, UMKM, dan Pariwisata

SEMARANG[BahteraJateng] – Revitalisasi Tahap I Bangunan Cagar Budaya Stasiun Semarang Tawang dinilai tidak hanya meningkatkan kualitas layanan transportasi, tetapi juga berpotensi menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi Kota Semarang. Meningkatnya kenyamanan dan kapasitas pelayanan stasiun diyakini akan berdampak positif bagi sektor perdagangan, jasa, perhotelan, kuliner, UMKM, hingga ekonomi kreatif.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan, Stasiun Tawang merupakan infrastruktur strategis yang menopang aktivitas ekonomi daerah. Menurutnya, semakin baik pelayanan transportasi, semakin besar pula peluang berkembangnya berbagai sektor usaha yang bergantung pada mobilitas masyarakat dan wisatawan.

“Besarnya jumlah penumpang menunjukkan bahwa Stasiun Tawang bukan hanya aset sejarah, tetapi juga infrastruktur strategis yang menopang aktivitas ekonomi Kota Semarang. Semakin nyaman pelayanan transportasi, semakin besar peluang tumbuhnya sektor perdagangan, jasa, perhotelan, kuliner, UMKM, hingga ekonomi kreatif yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah,” ujar Agustina pada Kamis (30/7).

Ia menyebut, posisi Stasiun Tawang yang berada di pintu masuk Kawasan Kota Lama menjadi nilai tambah bagi pengembangan sektor pariwisata. Wisatawan yang datang menggunakan kereta api dapat langsung mengakses kawasan heritage yang menjadi salah satu destinasi unggulan Kota Semarang.

Karena itu, Pemerintah Kota Semarang berkomitmen memperkuat integrasi Stasiun Tawang dengan Kota Lama, Pecinan, Kampung Melayu, pusat UMKM, kawasan ekonomi kreatif, serta sistem transportasi perkotaan. Langkah tersebut diharapkan mampu memperluas manfaat revitalisasi hingga dirasakan langsung oleh masyarakat dan pelaku usaha.

Revitalisasi tahap pertama Stasiun Semarang Tawang yang diresmikan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto pada Kamis (30/7) mencakup penataan fasad, hall utama, ruang tunggu, ruang VIP, selasar, sisi barat dan timur bangunan, hingga perbaikan sistem drainase. Proses revitalisasi juga mengembalikan berbagai ornamen sesuai dokumentasi lama sehingga karakter bangunan cagar budaya tetap terjaga.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin, mengatakan revitalisasi dilakukan sebagai tindak lanjut arahan Presiden untuk meningkatkan kualitas pelayanan transportasi sekaligus melestarikan bangunan bersejarah.

Tingginya mobilitas masyarakat turut memperkuat peran strategis Stasiun Tawang. Sepanjang 2025, stasiun tersebut melayani 3.862.127 aktivitas pelanggan. Sementara pada Semester I 2026, jumlah aktivitas naik dan turun penumpang telah mencapai 2.152.894 dengan rata-rata 34 perjalanan kereta api setiap hari.

Agustina menilai, revitalisasi tersebut menjadi momentum untuk memperkuat daya saing Kota Semarang sebagai destinasi wisata sekaligus pusat kegiatan ekonomi. Terlebih, Kota Semarang akan menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 yang diperkirakan mendatangkan ribuan tamu dari berbagai daerah.

“Pemerintah Kota Semarang siap memperkuat kolaborasi agar revitalisasi Stasiun Tawang tidak berhenti pada bangunan fisik semata, tetapi mampu menghidupkan kawasan sekitarnya, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat sektor pariwisata dan investasi, serta semakin mengukuhkan Semarang sebagai kota yang nyaman dikunjungi, dihuni, dan menjadi tujuan berusaha,” pungkasnya.(sun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *