GPM Pemprov Jateng
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, saat membuka Gerakan Pangan Murah serentak dalam rangka Hari Pangan Sedunia ke-46 di Lapangan Tlogo Resort, Kabupaten Semarang, Rabu (21/10/2026).(Dok. Humas Pemprov)

Ahmad Luthfi Ingin Harga Pangan Jateng Terjangkau, GPM Harus Tepat Sasaran

SEMARANG[BahteraJateng] – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan, keberhasilan Gerakan Pangan Murah (GPM) tidak cukup diukur dari banyaknya kegiatan maupun nilai transaksi. Program tersebut harus benar-benar berdampak pada keterjangkauan harga pangan dan daya beli masyarakat.

Hal itu disampaikan Ahmad Luthfi saat membuka Gerakan Pangan Murah serentak dalam rangka Hari Pangan Sedunia ke-46 di Lapangan Tlogo Resort, Kabupaten Semarang pada Rabu (21/10).

Menurut Luthfi, intervensi pemerintah harus berorientasi pada hasil, yakni memastikan masyarakat mendapatkan pangan dengan harga terjangkau sekaligus menjaga keberlangsungan usaha petani dan peternak.

“Saya hanya berpesan, jangan berorientasi pada kegiatan. Kalau tidak tepat sasaran, tidak punya hasil, enggak ada gunanya. Sehingga orientasi kita adalah orientasi hasil,” katanya.

Sepanjang 2026, GPM telah digelar sebanyak 1.724 kali di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah dengan nilai transaksi mencapai Rp 31,03 miliar.Gerakan Pangan Murah Pemprov Jateng

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Jawa Tengah Widi Hartanto mengatakan, program tersebut melibatkan Bulog, BUMN, BUMD, koperasi, kelompok tani, BUMDes, hingga mitra swasta.

Dalam GPM di Kabupaten Semarang, masyarakat dapat membeli beras dengan harga mulai Rp 57.000 per lima kilogram dan minyak goreng Rp 15.500 per liter.

Luthfi menambahkan, keterjangkauan pangan harus berjalan seiring dengan perlindungan terhadap produsen. Ia mencontohkan harga jagung yang masih tinggi sehingga membebani peternak, sementara harga telur di tingkat produsen mengalami penurunan.

Untuk membantu peternak kecil, Pemprov Jateng menyalurkan 12 ton jagung bersubsidi dengan harga Rp 5.500 per kilogram.

Luthfi berharap intervensi tersebut tepat sasaran sehingga masyarakat memperoleh pangan terjangkau, sedangkan petani dan peternak tetap terlindungi dari gejolak harga.(sun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *