Anggota Gapensi Semarang Mengaku Kesulitan Dapat Proyek Sebelum 2023
SEMARANG [BahteraJateng]- Anggota Gabungan Pelaksana Konstruksi (Gapensi) Kota Semarang mengaku kesulitan untuk mendapat pekerjaan penunjukan langsung di Ibu Kota Jawa Tengah sebelum tahun 2023.
Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Gapensi Kota Semarang Ari Hdayat saat diperiksa sebagai saksi dalam saksi kasus dugaan korupsi menjerat mantan Wali Kota Semarang Hevearita G. Rahayu di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (19/5).

Menurut dia, keluhan itu disampaikan saat rapat anggota pada 2023 dipimpin oleh Ketua Gapensi Kota Semarang Martono yang juga menjadi terdakwa dalam perkara tersebut.
Namun, Ari tidak menjelaskan secara detil alasan anggota Gapensi kesulitan mendapat pekerjaan sebelum 2023. Pada 2023, anggota Gapensi Kota Semarang memperoleh proyek penunjukan langsung tersebar di 16 kecamatan.

Ari Hidayat sendiri ditunjuk sebagai koordinator lapangan untuk proyek di wilayah Semarang Tengah. “Ada 17 pekerjaan dengan nilai sekitar Rp1 miliar,” katanya dalam sidang yang dipimpin Hakim Ketua Gatot Sarwadi.
Dari nilai proyek sebesar itu, Ari juga menyetor fee sebesar 13 persen kepada Martono. Komitmen fee yang disetorkan tersebut sebesar Rp85 Juta.
Keluhan senada juga disampaikan oleh anggota Gapensi Kota Semarang, Damsrin. Saksi yang akrab disapa Ririn tersebut mengaku sebelumnya hanya mencari pekerjaan dari lelang proyek.
“Kalau pekerjaan dari lelang tidak ada fee,” katanya. Ririn sendiri merupakan koordinator lapangan untuk proyek penunjukan langsung di Kecamatan Tugu.
Dari 16 proyek dikerjakan, saksi menyetorkan komitmen fee sebesar Rp63,6 Juta.

