Baznas Banjarnegara Salurkan Bantuan Peralatan Usaha Senilai Rp91 Juta
BANJARNEGARA[BahteraJateng] – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Banjarnegara menyalurkan bantuan peralatan usaha produktif senilai Rp91 juta kepada 32 penerima sebagai upaya memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis bersamaan dengan pembukaan Pelatihan Usaha Ekonomi Produktif di Kantor Baznas Banjarnegara pada Senin (27/7).
Ketua III Baznas Banjarnegara Budiyanto mengatakan, bantuan peralatan usaha merupakan bagian dari program pemberdayaan ekonomi yang bertujuan meningkatkan kemandirian para mustahik. Melalui dukungan sarana usaha, penerima diharapkan mampu mengembangkan usahanya sehingga memiliki penghasilan yang lebih baik.
“Program ini merupakan bagian dari Rencana Kerja Anggaran Baznas Kabupaten Banjarnegara Tahun 2026 yang diarahkan untuk mendorong mustahik menjadi pelaku usaha yang mandiri,” ujarnya.
Selain penyerahan bantuan alat usaha, Baznas juga menggelar pelatihan keterampilan bagi 30 peserta yang terbagi dalam tiga bidang, yakni mekanik sepeda motor, pertukangan kayu, dan barbershop. Program tersebut menyerap anggaran sebesar Rp134 juta dan ditujukan untuk membekali masyarakat usia produktif dengan keterampilan yang dapat menjadi sumber mata pencaharian.
Budiyanto juga memaparkan bahwa hingga Juli 2026, Baznas Banjarnegara telah menghimpun dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sebesar Rp5,8 miliar dari target Rp14 miliar. Dari jumlah tersebut, sebanyak Rp4.078.654.000 telah disalurkan untuk berbagai program di bidang kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, dakwah, dan ekonomi.
Wakil Bupati Banjarnegara Wakhid Jumali, yang membuka kegiatan tersebut mengapresiasi langkah Baznas dalam memperkuat program pemberdayaan ekonomi masyarakat. Menurutnya, bantuan usaha produktif menjadi salah satu instrumen penting untuk mengurangi angka kemiskinan di Banjarnegara.
“Zakat tidak lagi hanya bersifat konsumtif, tetapi mampu menjadi modal pemberdayaan yang mendorong mustahik menjadi muzakki di masa depan,” kata Wakhid.
Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah daerah, Baznas, dan berbagai pemangku kepentingan diperlukan agar program pemberdayaan ekonomi tepat sasaran dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.(day)

