KKN Posko 87 Ubah Waktu Sore Anak-Anak Banjarejo Jadi Waktu Belajar

Bimbel KKN UIN Walisongo Ubah Waktu Sore Anak-Anak Jadi Waktu Belajar

DEMAK[BahteraJateng] – KKN UIN Walisongo Semarang Posko 87 di Desa Banjarejo, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, selama tiga pekan terakhir tidak hanya menjadi tempat berkumpul mahasiswa, melainkan mampu mengubah waktu sore anak-anak menjadi waktu belajar.

Mereka datang setiap Senin hingga Rabu sore (pukul 16.00 sampai 17.15 WIB) dengan membawa buku pelajaran, mengerjakan tugas sekolah, belajar membaca, hingga sekadar ingin belajar dan bermain bersama mahasiswa KKN.

Anak-anak yang mengikuti kegiatan juga memiliki usia yang beragam. Mulai dari anak yang belum memasuki usia sekolah hingga siswa kelas 6 SD ikut belajar bersama mahasiswa KKN.

Belajar Tidak Harus Tegang

Bimbingan belajar dibuat dengan suasana santai. Anak-anak tidak hanya duduk mengerjakan soal, tetapi juga diajak bermain, bernyanyi, mengenal warna, membaca, dan mengenal lingkungan sekitar.

Bagi anak-anak yang belum memasuki usia sekolah, kegiatan lebih banyak diarahkan pada pengenalan dasar, seperti mengenal huruf, membaca, warna, alam, dan lingkungan.

Salah satu anggota Divisi Pendidikan dan Agama KKN Posko 87, Ilya, mengatakan program bimbingan belajar tersebut tidak hanya berfokus pada pelajaran sekolah.

“Program ini dibentuk untuk meningkatkan spirit belajar anak-anak, terutama dalam membaca, belajar, dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Interaksi juga menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut,” ujar Ilya.

Pendampingan Disesuaikan dengan Kemampuan Anak

Mahasiswa KKN menemukan bahwa kemampuan belajar setiap anak berbeda. Beberapa anak masih mengalami kesulitan membaca diberikan pendampingan yang lebih intensif agar anak tidak merasa tertinggal dari peserta lainnya.

“Tidak semua anak bisa menerima materi dengan cara yang sama. Karena itu, kami mencoba menyesuaikan cara penyampaian dengan kemampuan dan usia mereka,” jelas Ilya.

Menurutnya, keberhasilan kegiatan tidak hanya dilihat dari banyaknya materi yang selesai diberikan.

Anak-anak Mulai Datang dengan Antusias

Setelah kegiatan berlangsung secara rutin, suasana posko pada sore hari mulai berubah. Anak-anak datang bersama teman-temannya. Sebagian membawa buku dan tugas sekolah, sementara yang lain datang karena tertarik setelah melihat kegiatan bimbingan belajar sebelumnya.

Salah satu peserta bimbingan belajar, Nova, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut.

“Aku disuruh ibu terus ke sini setiap sore. Ibuku kalau ada les di sini. Aku jadi punya teman belajar yang banyak dan kenal banyak kakak-kakak,” kata Nova.

Menurut Nova, belajar bersama mahasiswa KKN membuat kegiatan belajar terasa lebih menyenangkan.

Antusiasme anak-anak juga dirasakan oleh para orang tua. Bu Hanifah, salah satu wali murid, mengatakan kehadiran bimbingan belajar membuat anaknya lebih bersemangat untuk belajar pada sore hari.

“Dulu kalau disuruh belajar sore suka susah, tapi pas ada bimbel KKN ini malah semangat berangkat sendiri. Seru katanya, ramai temannya dan kakak KKN-nya ramah-ramah,” ujar Bu Hanifah.

Bertambahnya jumlah peserta menjadi salah satu tanda bahwa kegiatan tersebut mendapat respons positif dari anak-anak dan orang tua di lingkungan sekitar. Pada awal kegiatan hanya sedikit anak yang datang, tetapi jumlah peserta semakin bertambah setelah bimbingan belajar dilakukan secara rutin setiap Senin, Selasa, dan Rabu.

Menjadi Pengalaman bagi Mahasiswa

Bagi mahasiswa KKN, bimbingan belajar tidak hanya menjadi kegiatan untuk mengajar anak-anak. Mereka juga belajar menghadapi karakter dan kemampuan anak yang berbeda-beda. Sehingga harus menyesuaikan cara menjelaskan materi, serta memberikan perhatian lebih kepada anak yang mengalami kesulitan belajar.

“Dari kegiatan ini kami juga belajar. Kami belajar bagaimana menghadapi anak-anak dengan karakter yang berbeda dan bagaimana membuat mereka tetap nyaman saat belajar,” ujar Ilya.

Setelah berlangsung selama kurang lebih tiga pekan, program kerja Bimbingan Belajar KKN UIN Walisongo Posko 87 resmi berakhir pada 19 Agustus 2026.

Sumber : Tim KKN MIT Ke-22 UIN Walisongo Posko 87

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *