Kadar Lusman Dialog Interaktif
Ketua DPRD Kota Semarang, Kadar Lusman dalam Dialog Interaktif DPRD Kota Semarang, Selasa (13/10).(Foto. BahteraJateng/day)

Dewan Desak Pengerukan Sedimen Sungai di Semarang Dipercepat Jelang Puncak Musim Hujan

SEMARANG[BahteraJateng] — DPRD Kota Semarang mendesak Pemerintah Kota Semarang mempercepat pengerukan sendimen sungai dan pembenahan saluran drainase menjelang puncak musim hujan.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mengantisipasi banjir, terutama di wilayah yang kerap mengalami luapan sungai.

Hal itu disampaikan Ketua DPRD Kota Semarang, Kadar Lusman. Ia mengatakan pengerukan dari total sekitar 30 sungai di Kota Semarang baru dilakukan terhadap lima sungai. Padahal, saat ini sudah memasuki pertengahan Oktober dan November segera tiba.

“Informasi dari DPU, dari 30-an sungai baru sekitar lima yang dikerjakan. Padahal ini sudah pertengahan Oktober dan sebentar lagi masuk November. Sungai-sungai yang langganan meluap dan tidak mampu menampung air harus diprioritaskan dulu,” katanya seusai Dialog Interaktif DPRD Kota Semarang pada Selasa (13/10).

Menurut politikus PDI-P yang akrab disapa Pilus tersebut, penanganan banjir di Semarang perlu disesuaikan dengan karakteristik ancaman di setiap wilayah. Banjir akibat luapan sungai, seperti di kawasan Bukit Dinar Indah, Tembalang, dan Sungai Plumbon, memiliki risiko keselamatan yang tinggi.

Sementara itu, banjir akibat antrean aliran air pada saluran drainase, seperti di kawasan Gayamsari hingga pusat kota, berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi dan kesehatan masyarakat.

Selain pengerukan sungai, DPRD juga meminta Dinas Pekerjaan Umum (DPU) mengevaluasi fungsi stasiun pompa air.

“Pengalaman tahun sebelumnya menunjukkan genangan yang bertahan lama kerap berkaitan dengan kinerja pompa yang belum optimal,” ujarnya.

Perbaikan drainase di kawasan pusat kota, termasuk Simpang Lima, juga perlu dipantau agar kejadian banjir sebelumnya tidak terulang.

Pilus menegaskan penanganan banjir tidak bisa hanya mengandalkan DPU, tetapi membutuhkan koordinasi seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).

“Evaluasi terhadap kekurangan penanganan tahun lalu diharapkan dapat memperbaiki kesiapsiagaan menghadapi musim hujan tahun ini,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *