Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Dyah Tunjung Pudyawati, dalam Dialog DPRD Kota Semarang bersama Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Semarang Didik Dwi Hartono, Kamis (24/9/2026).(Foto. BahteraJateng/day)
Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Dyah Tunjung Pudyawati, dalam Dialog DPRD Kota Semarang bersama Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Semarang Didik Dwi Hartono, Kamis (24/9/2026).(Foto. BahteraJateng/day)
|

Dewan Dorong Forkot Kenalkan Beragam Olahraga Rekreasi ke Masyarakat Semarang

SEMARANG[BahteraJateng] — DPRD Kota Semarang mendorong Festival Olahraga Masyarakat Kota Semarang (Forkot) menjadi momentum untuk mengenalkan beragam olahraga rekreasi kepada masyarakat. Keterlibatan 43 Induk Organisasi Olahraga (Inorga) dinilai dapat memberikan lebih banyak pilihan aktivitas olahraga yang bisa diikuti warga dari berbagai kelompok usia.

Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Dyah Tunjung Pudyawati, mengatakan Forkot tidak hanya diharapkan menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenal sekaligus menyalurkan minat terhadap olahraga rekreasi.

“Acara ini nantinya bukan hanya ramai saat seremoni saja dan hanya dilakukan sesaat selama kegiatan berlangsung, namun jadi tempat berkumpul masyarakat dan menyalurkan hobi olahraga rekreasi masyarakat,” kata Tunjung seusai Dialog DPRD Kota Semarang bersama Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Semarang pada Kamis (24/9).

Menurutnya, keberadaan 43 Inorga dalam Forkot menunjukkan banyaknya pilihan olahraga yang dapat diperkenalkan kepada masyarakat. Cabang yang ditampilkan tidak hanya olahraga modern, tetapi juga mencakup olahraga permainan, senam, olahraga tantangan hingga olahraga tradisional seperti bakiak dan engrang.

Tunjung mengatakan olahraga rekreasi tersebut dapat diikuti masyarakat dari berbagai kelompok usia, termasuk warga usia produktif hingga lanjut usia. Karena itu, pengenalan olahraga melalui Forkot diharapkan dapat mendorong semakin banyak masyarakat untuk aktif bergerak dan menjaga kebugaran.

“Di dalamnya beragam olahraga permainan bisa diikuti mulai usia produktif bahkan lanjut usia. Dengan harapan olahraga yang dipertandingkan oleh Kormi makin dikenal dan memudahkan masyarakat Kota Semarang untuk bisa bergabung di Kormi,” ujarnya.

Ia juga mendorong agar pengenalan olahraga yang dinaungi Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (Kormi) tidak berhenti setelah Forkot selesai. Kegiatan olahraga dapat diperluas ke berbagai ruang publik di seluruh kecamatan, termasuk kawasan Car Free Day (CFD).

Menurut Tunjung, pemanfaatan ruang publik tersebut dapat menjadi sarana bagi masyarakat untuk mencoba langsung berbagai jenis olahraga sekaligus menemukan aktivitas yang sesuai dengan minat dan kemampuan masing-masing.

Sementara itu, Plt Kepala Dispora Kota Semarang, Didik Dwi Hartono, mengatakan pihaknya siap mendukung pelaksanaan Forkot yang dijadwalkan berlangsung pada 4 Oktober 2026.

Berbagai venue telah disiapkan, baik di Kompleks Balaikota Semarang maupun sejumlah lokasi lain. Di antaranya Stadion Sidodadi, Lapangan Citarum, serta fasilitas pendidikan dan ruang publik di sekitar kawasan Jalan Pemuda.

“Intinya venue kami sudah siap digunakan dalam event itu, selain digelar di halaman Balaikota Semarang maupun tersebar di venue-venue lainnya,” kata Didik.

Forkot diharapkan menjadi wadah olahraga masyarakat sekaligus bagian dari pembinaan dan seleksi atlet olahraga rekreasi menuju Festival Olahraga Daerah (Forda) Jawa Tengah hingga Festival Olahraga Nasional (Fornas).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *