Dinnakerind Demak
Penyerahan secara simbolis Kepala Dinnakerind Demak kepada peserta pelatihan menjahit di Aula Balai desa kebonbatur kec.Mranggen Demak, Selasa (28/4/26).(Dok. BahteraJateng/PH)

Dinnakerind Demak Gelar Pelatihan Menjahit untuk Tekan Pengangguran

DEMAK[BahteraJateng] — Pemerintah Kabupaten Demak melalui Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Dinnakerind) membuka pelatihan menjahit berbasis kompetensi bagi warga Desa Kebonbatur, Kecamatan Mranggen, Rabu (28/4). Program ini ditujukan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat sekaligus menekan angka pengangguran dan kemiskinan ekstrem.

Kepala Dinnakerind Kabupaten Demak, Agus Kristiyanto, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari program Mobile Training Unit (MTU) yang didanai Dana Alokasi Umum (DAU) Tahun Anggaran 2026. Kegiatan akan berlangsung selama 10 hari, mulai 4 Mei 2026, di Balai Desa Kebonbatur.


“Pelatihan ini untuk meningkatkan kompetensi peserta di bidang menjahit. Dengan sertifikasi, peserta diharapkan memiliki daya saing, baik untuk bekerja maupun membuka usaha,” kata Agus saat membuka kegiatan.

Sebanyak 16 peserta akan mengikuti pelatihan menjahit menggunakan mesin lockstitch. Agus mengimbau peserta mengikuti pelatihan secara serius agar memperoleh keterampilan yang memadai. Ia juga menyatakan akan memantau langsung jalannya pelatihan.


Pelaksana Teknis UPTD Balai Latihan Kerja (BLK), Ahmad Hilaludin, mengatakan peserta yang menyelesaikan pelatihan akan memperoleh sertifikat. Menurut dia, program ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam mengurangi kemiskinan di Desa Kebonbatur.

Sekretaris Desa Kebonbatur, Saiful, menyambut baik pelatihan tersebut. Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan pengalaman sekaligus keterampilan baru bagi warga.

“Harapannya bisa membantu mengurangi kemiskinan ekstrem di desa,” ujar Saiful.

Pelaksana Tugas Camat Mranggen, Ali Mahbub, juga mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai pelatihan ini menjadi peluang bagi masyarakat untuk memperoleh keterampilan secara gratis.

“Peserta diharapkan memanfaatkan kesempatan ini dengan baik agar memiliki keahlian yang bisa digunakan ke depan,” kata Ali.

Pelatihan berbasis kompetensi ini diharapkan dapat menciptakan tenaga kerja terampil serta mendorong peningkatan ekonomi masyarakat di tingkat desa.(day)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *