Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, dalam Musrenbangwil Eks Karesidenan Surakarta yang digelar di Pendopo Kabupaten Klaten, Rabu (23/4).(Foto Ist)

Gubernur Ahmad Luthfi Kucurkan Rp 6 Triliun untuk Infrastruktur Jalan Daerah

KLATEN[BahteraJateng – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menggelontorkan dana Rp 6 triliun untuk pembangunan infrastruktur jalan di kabupaten/kota.

Hal itu disampaikan dalam Musrenbangwil Eks Karesidenan Surakarta yang digelar di Pendopo Kabupaten Klaten, Rabu (23/4). Selain itu, ia juga mengkritik paparan sejumlah bupati dan wali kota dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, Musrenbang adalah forum serius untuk menyusun program berdasarkan pendekatan bottom-up. Namun, ia menyayangkan bahwa sebagian besar usulan kepala daerah hanya meng-copy visi misi kampanye.

“Jangan asal colok. Hampir semua pakai visi misi saat kampanye,” ujarnya.

Gubernur menilai, hampir semua daerah meminta dana ke provinsi, padahal kekuatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) mereka sangat terbatas.

“Saya tahu betul kekuatan APBD masing-masing. PAD untuk pembangunan hanya 15 persen, sisanya butuh bantuan pusat atau kerja sama swasta,” tegasnya.

Meski demikian, Ahmad Luthfi tetap menunjukkan komitmennya mendukung daerah. Ia menyebut kebutuhan jalan provinsi hanya Rp 800 miliar, namun pemerintah provinsi mengalokasikan Rp 6 triliun untuk jalan di 35 kabupaten/kota.

“Sebelum minta pun, sudah kami beri,” katanya disambut tawa peserta.

Fokus pembangunan 2025 diarahkan pada infrastruktur, terutama untuk mendukung program swasembada pangan yang akan dijalankan pada 2026.

Dalam sesi paparan, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menyoroti pentingnya pembangunan akses jalan di kawasan Rawa Jombor untuk mendukung sektor pariwisata dan pertanian.

Wali Kota Solo, Respati, menyatakan komitmennya terhadap swasembada pangan dengan mendorong UMKM dan perluasan lapangan kerja.

Kabupaten Boyolali dan Sukoharjo mengusulkan perbaikan irigasi dan jalan pertanian. Sedangkan Karanganyar dan Wonogiri fokus pada jalur wisata dan jaringan irigasi.

Sementara Bupati Sragen meminta dana lebih dari Rp 40 miliar untuk membangun embung, merehabilitasi jaringan irigasi, dan kandang komunal.(

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *