Gubernur Luthfi Ingatkan untuk Bijak Bermedsos
SEMARANG[BahteraJateng] – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengingatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tetap memberikan pelayanan terbaik selama Ramadhan serta menekankan pentingnya bijak dalam bermedia sosial (medsos).
Hal ini ia sampaikan dalam Tarawih Keliling (Tarling) perdana yang diselenggarakan Badan Amal Islam (BAI) Provinsi Jawa Tengah di Gradhika Bhakti Praja, Kompleks Gubernuran, Semarang, Senin malam (3/3).

Dalam kesempatan itu, Ahmad Luthfi mengajak seluruh ASN untuk tidak mengendurkan semangat dalam melayani masyarakat meskipun tengah menjalankan ibadah puasa.
“Kepada ASN atau pelayan masyarakat, saya berpesan di bulan Ramadhan ini untuk tidak kendor, tetap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

Mantan Kapolda Jateng itu juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam bersikap, bertutur kata, dan berperilaku, khususnya di media sosial.
Ia menegaskan bahwa sikap dan tutur kata yang tidak baik bisa merusak nilai ibadah Ramadhan.
“Pandai-pandailah kita agar tidak membatalkan Ramadhan ini dengan bertutur kata, berperilaku, dan bersikap yang tidak sesuai dengan ajaran agama, terutama dalam bermedia sosial. ‘Tanganmu adalah Harimaumu’,” tegasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan hoaks atau informasi yang bersifat kontradiktif, terutama di saat masyarakat membutuhkan teladan yang baik.
“Karena apa pun yang kita lakukan adalah cerminan diri kita sendiri,” tambahnya.
Dorong Kolaborasi untuk Jawa Tengah
Selain membahas etika bermedia sosial, Gubernur juga mengajak berbagai pihak untuk berkolaborasi dalam mengembangkan potensi Jawa Tengah. Ia menekankan pentingnya sinergi dengan pemerintah pusat guna mempercepat pelaksanaan program pembangunan.
“Dalam rangka mengembangkan potensi wilayah Jawa Tengah, tentu kita tidak bisa berdiri sendiri. Kami mohon doa restu kepada rekan-rekan dan seluruh dinas,” ujarnya.
Ahmad Luthfi juga menegaskan bahwa kepemimpinan bukan soal kehebatan individu, melainkan manfaat yang diberikan kepada masyarakat. Ia mengajak seluruh ASN untuk menjadi teladan dan terus bekerja demi kesejahteraan rakyat.
“Karena bagaimanapun, pemimpin itu tidak ada yang hebat. Yang hebat adalah bagaimana kita bisa bermanfaat bagi orang lain,” tuturnya.
Gubernur pun mengapresiasi jajaran pemerintahan yang telah menjaga kondisi Jawa Tengah tetap kondusif, baik dari segi inflasi maupun tata kelola pemerintahan.
“Terima kasih kepada Sekda dan jajaran yang telah menjaga Jawa Tengah tetap kondusif,” katanya.
18 Putaran Tarawih Keliling
Sebagai informasi, kegiatan Tarawih Keliling oleh BAI Jawa Tengah akan berlangsung dalam 18 putaran hingga akhir Ramadhan, dengan putaran terakhir dijadwalkan di Dinas Kelautan Provinsi Jawa Tengah.
Pada kesempatan ini, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), yang semula dijadwalkan menjadi imam tarawih dan memberikan kultum, berhalangan hadir karena bertolak ke Jakarta untuk mendampingi istrinya dalam pelantikan Ketua Dekranasda Jawa Tengah di Istana Wakil Presiden.
Dengan semangat Ramadhan, Gubernur berharap seluruh pihak dapat bekerja lebih keras dan lebih cerdas untuk kesejahteraan masyarakat.
“Kita harus kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas. Kita ingin tidak ada lagi masyarakat miskin yang tidak bisa tersenyum. Output-nya adalah masyarakat di lapisan paling bawah harus sejahtera, dan apapun itu akan kita lakukan,” pungkasnya.

