Irwan Hidayat: Jangan ‘Bermain’ Saham, Tapi Berinvestasilah!
UNGARAN[BahteraJateng] – Direktur Sido Muncul, Irwan Hidayat, mengajak masyarakat Indonesia untuk mulai mengubah pola pikir dalam mengelola keuangan. Alih-alih sekadar menyimpan uang di bawah bantal atau mendiamkannya di bank, Irwan mendorong masyarakat untuk mulai melirik investasi saham sebagai instrumen masa depan yang menjanjikan.
Namun, ia memberikan catatan tebal: berinvestasi, bukan bermain.

Peluang Besar di Pasar Modal Indonesia
Irwan Hidayat menyoroti ketimpangan jumlah investor saham di Indonesia dibandingkan dengan negara maju seperti Amerika Serikat. Saat ini, baru sekitar 7,5% atau 21 juta penduduk Indonesia yang berinvestasi di saham. Angka ini jauh tertinggal dari Amerika Serikat yang sudah mencapai 62%.

“Kalau semua berinvestasi di sini (saham), pertama itu lebih menguntungkan. Tapi ingat, jangan ‘bermain’ saham, melainkan berinvestasi di saham,” tegas Irwan.
Menurutnya, rendahnya partisipasi ini sebenarnya menjadi peluang besar bagi masyarakat untuk mulai masuk ke pasar modal dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui perusahaan-perusahaan yang dikelola dengan baik.
Investasi Itu Serius, Bukan Main-Main
Perbedaan mendasar antara “bermain” dan “berinvestasi” terletak pada pola pikir dan strategi. Irwan menekankan bahwa investasi saham memerlukan keseriusan dalam memilih emiten atau perusahaan yang memiliki tata kelola yang sehat.
“Nanti kalau punya uang Rp10 juta, Rp20 juta, hingga Rp100 juta, berinvestasilah. Itu jauh lebih menguntungkan daripada sekadar disimpan di bank. Tapi kalau Anda bermain saham, nah itu yang tidak betul,” lanjutnya.
Ia mengingatkan bahwa pasar modal bukanlah arena perjudian. Berinvestasi di saham berarti menanamkan modal pada bisnis nyata yang produktif.
Pesan untuk Masyarakat
Irwan berharap pesan ini dapat menjangkau lebih banyak orang agar mereka mulai melek literasi keuangan. Dengan beralih dari kebiasaan menabung konvensional ke investasi yang terukur, masyarakat diharapkan bisa mendapatkan nilai tambah yang lebih besar bagi kesejahteraan mereka di masa depan.
“Jangan bermain-main. Serius, berinvestasi itu serius,” pungkasnya.

