Jateng Uji Teknologi HexBricks untuk Atasi Rob dan Abrasi Demak
DEMAK[BahteraJateng] – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menguji teknologi HexBricks yang dipadukan dengan penanaman mangrove untuk mengatasi abrasi dan banjir rob di pesisir Kabupaten Demak. Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya perlindungan Pantai Utara Jawa (Pantura) melalui kombinasi infrastruktur fisik dan solusi berbasis alam.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendampingi Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meninjau penerapan teknologi tersebut di Desa Timbulsloko, Kecamatan Sayung, Demak pada Senin (19/10).
Luthfi mengatakan, penanaman mangrove menjadi langkah pencegahan untuk mengurangi dampak masuknya air laut ke daratan. Namun, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh jumlah bibit yang ditanam, melainkan juga tingkat kelangsungan hidupnya.
“Ada yang hidup, ada yang mati, ada yang hilang,” kata Luthfi.
Pada 2025, program Mageri Segoro Pemprov Jateng mencatat penanaman sekitar 2,34 juta mangrove di lahan seluas 257 hektare yang tersebar di 107 desa, 54 kecamatan, dan 17 kabupaten/kota.
Di Timbulsloko, teknologi HexBricks dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dipadukan dengan guludan dan struktur bambu. Kawasan percontohan mencapai 6,56 hektare, dengan penanaman tahap awal seluas 1.200 meter persegi.
AHY menjelaskan, mangrove berfungsi meredam energi gelombang laut sehingga membantu mengurangi abrasi. Produksi modul HexBricks oleh masyarakat setempat juga diharapkan membuka lapangan kerja dan menambah penghasilan warga pesisir.
Sementara itu, Kepala BOPPJ Didit Herdiawan Ashaf menegaskan, model perlindungan pesisir harus disesuaikan dengan karakteristik setiap wilayah serta memperhatikan kepentingan nelayan dan petambak.
Pemerintah juga mendukung rencana pembangunan Giant Sea Wall untuk memperkuat perlindungan kawasan Pantura.(sun)

