Perayaan HUT ke-80 RI di RW 05 Pakintelan Gunungpati
Warga RW 05 Kelurahan Pakintelan, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, menggelar karnaval kemerdekaan dengan kostum sampah, Minggu (24/8). (Foto Ist)
|

Karnaval Kostum Sampah Meriahkan HUT ke-80 RI di RW 05 Pakintelan

SEMARANG[BahteraJateng] – Warga RW 05 Kelurahan Pakintelan, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, menggelar karnaval kemerdekaan dengan nuansa berbeda pada Minggu (24/8).

Ratusan warga dari lima RT tumpah ruah di sepanjang Jalan Pakintelan III hingga Kelurahan Mangunsari untuk memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia.


Karnaval tahun ini menampilkan kostum-kostum unik karya warga yang dibuat dari limbah daur ulang. Anak-anak hingga orang tua mengenakan busana kreatif, mulai dari karakter Garuda Pancasila, peri plastik, Shaun the Sheep, kostum ala Semarang Night Carnival, hingga astronot. Penampilan tersebut menjadi daya tarik utama dan mengundang decak kagum penonton.

Acara dimulai pukul 08.00 pagi dengan lomba yel-yel antar RT. Suasana semakin meriah saat RT 5 menampilkan hampir 20 kostum disertai yel-yel remix Jogja Istimewa.


Tidak hanya itu, warga juga membawa spanduk humor bertuliskan pesan jenaka seperti “Iki Pasukan Bapak-Bapak Mumet” dan “Iki Dagelan, Ojo Spaneng”, yang memancing gelak tawa penonton.

Ketua RT 5, Yulianto Prabowo, mengatakan spanduk tersebut memang dibuat untuk memberi hiburan tambahan. “Selain kostum unik, kami ingin suasana lebih cair dan penuh tawa,” ujarnya.

Ketua Panitia 17-an RW 5, Widodo, menyebutkan bahwa karnaval ini menjadi penutup rangkaian lomba kemerdekaan yang sebelumnya telah digelar, mulai dari estafet baju, voli air, hingga kasti ibu-ibu.

“Antusias warga sangat tinggi, semua ikut berpartisipasi dari balita hingga orang tua,” katanya.

Sementara itu, Ketua RW 5 Kunanto menegaskan karnaval gabungan ini bertujuan mempererat persaudaraan. “Biasanya tiap RT bikin sendiri, tapi kalau digabung suasana lebih akrab,” jelasnya.

Karnaval ini disambut meriah oleh warga. Sepanjang jalan, kamera ponsel sibuk mengabadikan momen, sementara anak-anak berlari menyambut peserta. Kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan tahunan, tetapi juga wujud semangat persatuan dan kreativitas warga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *