LPPM Unwahas
LPPM Unwahas menggelar Sosialisasi Kebijakan Kegiatan Penelitian dan Pengabdian DIPA Tahun 2026 pada Selasa (3/3) di Gedung Dekanat Unwahas, Kota Semarang.(Dok. Humas Unwahas)

LPPM Unwahas Sosialisasikan Kebijakan DIPA Penelitian dan Pengabdian 2026

SEMARANG[BahteraJateng] — Di tengah penguatan ekosistem riset dan inovasi nasional, Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) menegaskan komitmennya membangun budaya akademik unggul dan berdampak melalui Sosialisasi Kebijakan Kegiatan Penelitian dan Pengabdian DIPA Tahun 2026.

Agenda tersebut digelar Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) pada Selasa (3/3) di Gedung Dekanat Unwahas, Kota Semarang.


Kegiatan dihadiri pimpinan fakultas, ketua program studi, serta dosen peneliti dan pengabdi lintas disiplin. Diskusi berlangsung dinamis dengan semangat memperkuat daya saing riset di tingkat nasional dan internasional.

Ketua LPPM Unwahas, Agus Riyanto, menegaskan kebijakan DIPA 2026 tidak sekadar berorientasi pada serapan anggaran, melainkan kualitas proses dan luaran berdampak nyata.


“Kita ingin memastikan setiap penelitian dan pengabdian menghasilkan kontribusi konkret, baik publikasi bereputasi, inovasi terapan, maupun model pemberdayaan berkelanjutan,” ujarnya.

Wakil Rektor I Unwahas, Nur Cholid, menekankan pentingnya integrasi tridarma perguruan tinggi dengan kebutuhan masyarakat, dunia usaha, dan kebijakan publik.

Sementara itu, Kepala Bidang Penelitian dan Hilirisasi, Ayu Sabrina, menjelaskan skema 2026 mencakup penelitian pemula, kompetitif universitas, kolaborasi antar perguruan tinggi, hingga kerja sama internasional dengan penekanan pada hilirisasi dan perlindungan kekayaan intelektual.

Pada sektor pengabdian, M Fatchurrohman menegaskan program harus berbasis kebutuhan riil dan berdampak sosial-ekonomi. Sistem monitoring dan evaluasi diperkuat melalui pemantauan output dan outcome secara berkala.

Melalui kebijakan ini, Unwahas menegaskan langkah strategis membangun ekosistem riset produktif, kolaboratif, dan berdaya saing dalam menjawab tantangan pembangunan nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *