|

Mantan dan Anggota Komisi C DPRD Blora Reuni di Semarang: Paseduluran Saklawase 

BLORA[BahteraJateng] – Para mantan anggota Komisi C  DPRD Blora masa bakti 2014-2019 menggelar reuni penuh kehangatan di Semarang, Jumat, 29 November 2024. Acara ini menjadi momen spesial untuk mempererat silaturahmi setelah satu dekade mereka berpisah dari masa pengabdian sebagai wakil rakyat.

Reuni ini dihadiri oleh beberapa tokoh, di antaranya Ir. H. Bambang Susilo, mantan Ketua DPRD Blora sekaligus koordinator Komisi C DPRD Blora (Partai Demokrat), Hj. Iffah Hermawatri, SE, mantan Ketua Komisi C (Partai Demokrat), Hj. Lina Hartini, SE, mantan Bendahara Komisi C (PDI-P), dan Chadziq Isninanto, A.Md, mantan Sekretaris Komisi C (PKS). Selain itu, hadir juga Darsono (Gerindra), Jariman (PPP), Ir. Sugeng Haryanto (Nasdem), dan Bambang Sulistya (Demokrat).


Acara berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan. Canda tawa mengisi pertemuan, seperti celotehan blak-blakan Jariman yang mendapat julukan “jurkam kondang ala kiai sejuta umat” karena gaya kampanyenya. Semua menikmati nuansa K3 (Kekeluargaan, Kerukunan, dan Kegembiraan), ibarat pelangi yang memancarkan keindahan persaudaraan.

Dalam kesempatan itu, Bambang Susilo mengajak semua pihak untuk terus menjaga silaturahmi, meskipun kini menjalani jalan pengabdian yang berbeda.


“Kepada teman-teman anggota DPRD Blora yang masih aktif agar bijak dalam mengemban amanah dan ramah terhadap lingkungan,” ujarnya.

Sugeng Haryanto dan Lina Hartini, yang masing-masing telah menjabat empat periode, menegaskan komitmen mereka untuk terus melayani aspirasi masyarakat.

“Saya siap sewaktu-waktu menjadi sponsor makan bergizi gratis ala anggota dewan,” kata Lina Hartini.

Sementara itu, Iffah Hermawatri, yang kini aktif sebagai juru rias manten, menekankan pentingnya merawat hubungan kekeluargaan.

Acara ini menjadi momentum untuk mengenang perjuangan bersama sekaligus mengajarkan nilai persatuan. Pesan Bambang Sulistya yang menekankan pentingnya berbuat baik kepada siapa pun dan di mana pun menjadi penutup yang menginspirasi.

Reuni ini diharapkan menjadi contoh bagi masyarakat, bahwa meskipun berbeda pilihan dalam Pilkada, persatuan dan kerukunan tetap menjadi prioritas. Seperti pepatah Jawa, rukun agawe berkah, crah agawe bubrah.(sun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *