Nasaruddin Umar Nilai Program Kemenag Selaras Ajaran Buddha
JAKARTA [BahteraJateng]- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar menilai sejumlah program Kementerian Agama saat ini selaras dengan nilai-nilai ajaran Buddha.
“Salah satunya adalah pengembangan Kurikulum Cinta, yaitu kurikulum pendidikan agama mengedepankan nilai kasih sayang universal,” kata dia di sela peringatan Hari Raya Waisak, di Candi Borobudur, Senin (12/5).

Dia menilai, orang mengatasnamakan agama namun menyebarkan kebencian sesungguhnya bukan agama. Semua agama, termasuk Buddha adalah ajaran cinta.
Selain itu, kata dia, memperkenalkan program ekoteologi sebuah pendekatan keberagamaan menekankan harmoni antara manusia dengan alam.

“Ajaran Buddha sebagai salah satu tradisi agama sangat kuat nilai-nilai ekoteologisnya, yakni menghormati semua makhluk hidup dan seluruh alam semesta,” kata dia.
Menag menyoroti pentingnya peran para pemuka agama, para guru, termasuk para Bhikkhu dan Sangha, sebagai sosok lebih dari sekadar pengajar melainkan sebagai guru.
“Guru dalam bahasa Sanskerta berarti ‘obor yang mengusir kegelapan’. Mereka adalah pembawa terang dalam kehidupan spiritual umat,” ungkapnya.
Menag mengajak untuk para pemuka agama bersama berperan untuk kembali merekatkan umat dengan ajaran agamanya. Tantangan saat ini ada jarak antara ajaran agama dengan pemeluknya.
“Maka, ukuran keberagamaan kita adalah seberapa besar kita menyatu dengan ajaran agama kita. Selama umat masih berjarak dengan ajarannya, tugas para pemuka agama, ulama, bhiksu, pendeta, pastor, itu belum selesai,” tegasnya.
Selain itu, Menag juga mengajak semua umat lintas agama untuk memperkuat nilai-nilai toleransi dan keberagaman.
“Toleransi bukan menyamakan yang berbeda, bukan pula membedakan yang sama. Tapi menjalani hidup damai dan saling mencintai di tengah perbedaan. Inilah makna sejati dari Bhinneka Tunggal Ika,” tutupnya.

