Haris Setyo Yunanto
Kepala BLU UPTD Trans Semarang Haris Setyo Yunanto.(Foto. BahteraJateng/day)
|

Peremajaan 132 Bus Trans Semarang Tahun 2026 Didanai Pihak Ketiga

SEMARANG[BahteraJateng] — Peremajaan 132 unit bus Trans Semarang pada 2026 didanai sepenuhnya oleh pihak ketiga. Program tersebut mencakup pengadaan 105 bus diesel dan 27 bus listrik untuk meningkatkan kualitas layanan transportasi publik di Kota Semarang.

Hal itu disampaikan Kepala BLU UPTD Trans Semarang Haris Setyo Yunanto. Ia mengatakan, skema pengadaan melalui pihak ketiga diterapkan untuk mendukung program peremajaan armada pada tahun ini.

“Peremajaan di tahun ini full dari pihak ketiga,” kata Haris kepada BahteraJateng, seusai kegiatan Coffee Morning Bersama Insan Media di Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang pada Senin (12/10/2026).

Dari total 27 bus listrik yang ditargetkan, saat ini baru lima unit yang beroperasi. Trans Semarang menargetkan 25 unit bus listrik sudah dapat beroperasi pada pekan kedua Desember 2026.

Armada bus listrik tersebut direncanakan melayani Koridor 1 rute Mangkang–Penggaron pulang-pergi (PP).

Haris menjelaskan, total armada Trans Semarang yang terdiri atas bus diesel dan listrik saat ini mencapai 110 unit.

Selain peremajaan armada, Trans Semarang juga mengejar target pendapatan. Hingga 12 Oktober 2026, realisasi pendapatan masih sekitar 45 persen dari target awal Rp40,5 miliar.

“Capaian tersebut berpotensi meningkat hingga 100 persen pada akhir tahun apabila usulan perubahan target pendapatan disetujui,” ujarnya.

Meski melakukan peremajaan armada, operasional Trans Semarang masih mendapat dukungan subsidi untuk menjaga keberlangsungan layanan transportasi publik bagi masyarakat.

Kepala Dishub Kota Semarang Danang Kurniawan mengatakan, penggunaan bus listrik menjadi salah satu upaya untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM) sekaligus menekan polusi udara akibat emisi kendaraan bermotor.

Saat ini, Dishub Kota Semarang telah mengoperasikan lima unit bus listrik Trans Semarang dari target total 27 unit. Pengembangan armada berbasis listrik tersebut diharapkan dapat mendukung terwujudnya transportasi perkotaan yang lebih ramah lingkungan.

“Selain mengurangi emisi, langkah ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan angkutan umum bagi masyarakat,” ujarnya.

Untuk memastikan program berjalan optimal, pengembangan armada listrik juga perlu didukung kesiapan infrastruktur, pemeliharaan kendaraan, serta evaluasi kualitas pelayanan kepada penumpang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *