Perhutani Cepu dan BPBD Blora Perkuat Sinergi Mitigasi Karhutla
BLORA[BahteraJateng] – Perum Perhutani KPH Cepu bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blora memperkuat sinergi menghadapi puncak musim kemarau melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kesepakatan tersebut ditandatangani di Gedung Pertemuan KPH Blora pada Selasa (28/7).
Kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan koordinasi dan kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla yang diperkirakan meningkat selama musim kemarau.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Blora, Widodo, mengatakan wilayah Blora memiliki kerawanan bencana yang berbeda pada setiap musim. Saat musim hujan, sejumlah desa di sepanjang Bengawan Solo kerap dilanda banjir. Sebaliknya, ketika musim kemarau, sekitar 50 persen wilayah mengalami kekeringan.
Menurutnya, penanganan kebakaran hutan dan lahan menjadi tanggung jawab BPBD sebagai leading sector. Sementara kebakaran permukiman ditangani Dinas Pemadam Kebakaran di bawah Satpol PP. Meski demikian, penanganan di lapangan tetap dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai instansi.
Administratur/KKPH Cepu, Yeni Ernaningsih, menegaskan Perhutani siap memperkuat kolaborasi dengan BPBD guna mengantisipasi ancaman karhutla selama puncak musim kemarau.
Sebagai bentuk kesiapsiagaan, Perhutani KPH Cepu telah menyiagakan petugas lapangan selama 24 jam secara bergiliran. Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat deteksi dini sekaligus mempercepat penanganan apabila terjadi kebakaran di kawasan hutan.
Melalui kerja sama ini, Perhutani dan BPBD berharap koordinasi penanganan karhutla semakin efektif sehingga dampak kebakaran hutan dapat diminimalkan serta kelestarian kawasan hutan di Kabupaten Blora tetap terjaga selama musim kemarau.(day)

