Perhutani Kebonharjo dan Pesanggem Gelar Sedekah Bumi di Hutan
REMBANG[BahteraJateng] – Perhutani KPH Kebonharjo bersama para petani penggarap lahan (pesanggem) menggelar tradisi Sedekah Bumi di Petak 122C RPH Terongan, BKPH Sale pada Jumat (10/7).
Kegiatan tersebut menjadi wujud rasa syukur atas hasil bumi sekaligus memperkuat kebersamaan antara masyarakat desa hutan dan pengelola kawasan hutan.

Acara diikuti jajaran Perhutani BKPH Sale dan puluhan pesanggem. Di bawah tegakan jati, peserta duduk melingkar sambil membawa berbagai makanan khas yang kemudian didoakan bersama sebagai ungkapan syukur atas rezeki, keselamatan, dan hasil panen.
Administratur KPH Kebonharjo yang diwakili Asper/KBKPH Sale, Murtopo, mengapresiasi pelaksanaan tradisi yang terus dilestarikan masyarakat desa hutan tersebut. Menurutnya, Sedekah Bumi tidak hanya menjadi tradisi budaya, tetapi juga mencerminkan keharmonisan hubungan manusia dengan alam.

“Ini bentuk sinergi positif antara masyarakat desa hutan dan pengelola. Sedekah bumi bukan sekadar ritual, tapi simbol harmoni manusia dengan alam yang harus dilestarikan,” ujarnya.
Ia menambahkan, peran pesanggem sangat penting dalam menjaga kelestarian kawasan hutan. Dengan menjaga alam, menurutnya, hutan akan terus memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sementara itu, salah seorang pesanggem, Rokhim, mengatakan tradisi Sedekah Bumi telah diwariskan secara turun-temurun. Selain sebagai ungkapan syukur, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan menjaga hubungan dengan alam yang menjadi sumber penghidupan warga.
Pada kesempatan itu, Perhutani juga mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan selama musim kemarau serta mendukung pelaksanaan program perhutanan sosial secara berkelanjutan.

