Prioritaskan Kesejahteraan Pelaku Ekonomi, Cagub Jateng Ahmad Luthfi Serap Aspirasi Pasar Tradisional di Magelang

MAGELANG[BahteraJateng] – Upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat terus dilakukan Cagub Jateng Ahmad Luthfi. Rabu, 11 September 2024, ia blusukan ke pasar tradisional Kabupaten Magelang untuk menyerap aspirasi pedagang dan pengunjung.

Cagub Jateng Ahmad Luthfi hari ini blusukan di dua pasar tradisional sekaligus, yaitu Pasar Talun dan Pasar Muntilan. Dari dua tempat itu, ia mendapatkan banyak keluhan yang dirasakan oleh para pelaku ekonomi kecil.

Dalam kesempatan itu, Ahmad Luthfi berkeliling di lorong-lorong pasar untuk mengetahui dengan detil kondisi pasar tradisional saat ini. Ia juga berbincang santai dengan para pedagang untuk mendengarkan keluhan-keluhan yang saat ini dihadapi.

Sepinya pembeli di pasar tradisional menjadi persoalan pertama yang diserap mantan Kapolda Jateng tersebut. Sepinya pasar jelas berpengaruh pada pendapatan para pedagang yang masih mengandalkan penjualan secara offline.

“Sekarang sepi pak. Kalau bisa ditingkatkan jumlah pengunjung ke pasar,” kata Murkunah (55) pedagang ayam di Pasar Muntilan. Hal itu juga diamini para pedagang lain, seperti sembako hingga perkakas rumah tangga.

Kemudian Ahmad Luthfi mendengar keluhan, agar pemerintah diminta tidak sembarangan dalam membangun pasar tradisional. Bahkan para pedagang Pasar Talun tak sepakat jika bangunan fisik pasar dibangun total.

Pedagang perkakas, Subeti Lestari dan pedagang sembako bernama Musyarofah menyatakan hal itu. Mereka berkaca dari Pasar Muntilan yang sudah dibangun lebih bagus namun justru sepi pembeli.

Pembangunan pasar yang bertingkat membuat pembeli enggan naik ke lantai atas sehingga los dan kios menjadi sepi pengunjung. “Dengar-dengar katanya mau dibangun. Tapi lihat saja Pasar Muntilan, malah jadi sepi setelah dibangun bagus,” kata Subeti.

Namun jika pembangunan hanya sebatas perbaikan seperti atap agar tidak bocor, kemudian sanitasi diperbaiki atau fasilitas mushola disediakan, maka mereka sepakat.

Persoalan ketiga adalah permodalan. Pedagang juga mengeluhkan hal serupa. Dukungan permodalan akan membuat mereka leluasa untuk menambah barang dagangan sehingga pendapatan bisa meningkat. Keempat, Ahmad Luthfi diminta bisa menstabilkan harga-harga bahan pangan.

Usai berkeliling pasar, Ahmad Luthfi mengatakan pasar adalah pusat pertemuan masyarakat dari sisi ekonomi hingga sosial. Sayur dari desa kemudian didistribusikan ke perkotaan.

Dari blusukan itu ia mengetahui dengan detil setiap sudut pasar dan persoalannya. Fasilitas pasar tradisional pun mesti ditingkatkan. Lantaran akan mempengaruhi kenyamanan pedagang maupun pembeli saat bertransaksi.

“Pasar ini kan bentuk komunikasi sosial, ada interaksi luar biasa perekonomian dari desa hingga kota,” ujar Ahmad Luthfi.

Selanjutnya ia berjanji akan melakukan evaluasi terkait persoalan-persoalan di pasar tradisional. Problem yang dialami pedagang harus ada solusi agar roda perekonomian tetap berjalan dengan baik. (sun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *