Remaja di Blora Gantung Diri untuk Akhiri Hidup, Karena Apa ?
BLORA[BahteraJateng] – Kasus meninggalnya remaja berinisial AFS (14), warga Dukuh Sumberejo, Desa Kedungbacin, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, dengan cara gantung diri mengarah pada dugaan persoalan pribadi yang berkaitan dengan kondisi psikologis korban.
Peristiwa tragis yang terjadi Minggu (26/4/2026) sore itu kini masih dalam penanganan pihak kepolisian. Kapolsek Todanan Iptu Suhari melalui Kasihumas Polres Blora AKP Midiyono menyampaikan bahwa dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Dari keterangan saksi dan hasil pemeriksaan, dugaan sementara korban mengakhiri hidupnya karena masalah pribadi. Namun kami tetap melakukan pendalaman,” ujar AKP Midiyono pada Senin (27/4).
Menurut keterangan warga, korban ditemukan oleh orang tuanya dalam kondisi tergantung di dalam kamar. Kejadian itu sontak mengundang perhatian warga sekitar sebelum akhirnya dilaporkan ke aparat setempat.

Meski penyebab pasti masih didalami, dugaan adanya tekanan atau persoalan pribadi pada korban memunculkan perhatian terhadap isu kesehatan mental remaja.
Minimnya ruang bercerita, tekanan sosial, hingga persoalan keluarga kerap menjadi faktor yang tidak terlihat namun berdampak besar pada kondisi psikologis anak.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, untuk lebih peka terhadap perubahan perilaku anak. Komunikasi terbuka dinilai penting agar anak tidak memendam persoalan sendiri.
“Jika ada permasalahan, mari dibicarakan baik-baik. Jangan dipendam sendiri. Bisa melibatkan keluarga, tokoh agama, atau layanan konseling,” tambahnya.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya perhatian bersama terhadap kesehatan mental remaja, sebagai upaya pencegahan agar peristiwa serupa tidak terulang.
Bagi masyarakat yang mengalami tekanan psikologis atau krisis, dapat menghubungi layanan bantuan seperti Sejiwa di nomor 119 (ext. 8) atau layanan konseling terdekat. Dukungan dari keluarga dan lingkungan sekitar sangat penting untuk mencegah hal serupa terjadi.

