AHY dan Ahmad Luthfi
Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK), Agus Harimurti Yudhoyono, bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Desa Timbulsloko, Senin (19/10/2026).(Dok. Humas Pemprov)

Rob Kian Menggerus Daratan, Timbulsloko Jadi Ujian Penyelamatan Pantura

DEMAK[BahteraJateng] – Abrasi dan banjir rob yang berlangsung sejak 2016 menggerus daratan Desa Timbulsloko, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Sawah dan tambak yang dahulu menjadi sumber penghidupan warga kini rusak, sementara sebagian kawasan permukiman mulai tenggelam akibat air laut yang terus merangsek ke daratan.

Kondisi tersebut menjadikan Timbulsloko sebagai lokasi percontohan perlindungan Pantai Utara Jawa (Pantura) melalui pendekatan berbasis alam atau Nature-based Solutions, salah satunya dengan pemulihan ekosistem mangrove.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau upaya perlindungan pesisir sekaligus melakukan penanaman mangrove di Timbulsloko pada Senin (19/10).

Kepala Desa Timbulsloko, Nadhiri, mengatakan, sebelum terdampak abrasi, desanya dikenal memiliki potensi ekonomi besar dari pertanian dan perikanan tambak.

“Dulu Timbulsloko termasuk desa yang kaya raya. Ada sawah, tegalan, dan tambak. Penghasilan setiap hari ada udang dari tambak, terus empat bulan sekali panen padi, cabai, jagung, dan bandeng. Setelah kena abrasi, hancur semuanya,” ujarnya.

Menurut Nadhiri, kerusakan lingkungan juga menyulitkan relokasi warga. Sebagian masyarakat kembali ke kawasan terdampak karena masih bisa mencari kerang, udang, dan kepiting untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Pemprov Jateng mencatat program Mageri Segoro menanam sekitar 2,34 juta batang mangrove sepanjang 2025 di lahan seluas 257 hektare.

Ahmad Luthfi mengatakan, penanaman mangrove perlu diikuti upaya memastikan tanaman bertahan hidup.

Sementara itu, AHY mendorong pendekatan hibrida yang memadukan pemulihan mangrove dengan infrastruktur fisik, termasuk tanggul laut atau Giant Sea Wall, untuk memperkuat perlindungan pesisir Pantura.(sun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *