Sekda Handi Priyanto
Sekda Kota Semarang, Handi Priyanto, meninjau progres pembangunan Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) di kawasan Rowosari, Kecamatan Tembalang, Rabu (24/6).(Dok. Humas Pemkot)

Sekda Handi Priyanto Cek Pembangunan Sekolah Rakyat Terpadu Rowosari, Progres Capai 90 Persen

SEMARANG[BahteraJateng] – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang, Handi Priyanto, meninjau progres pembangunan Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) di kawasan Rowosari, Kecamatan Tembalang, Rabu (24/6).

Dari hasil pengecekan di lapangan, pembangunan sekolah yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu tersebut telah mencapai 90 persen.

Handi mengatakan, berbagai fasilitas utama telah terbangun, mulai dari ruang kelas, asrama, dapur, toilet hingga masjid. Saat ini, pekerjaan yang tersisa sekitar 10 persen berupa penyelesaian fasilitas pelengkap seperti penataan taman, pengadaan peralatan memasak, serta sarana penunjang lainnya.

“Sudah 90 persen selesai. Estimasi selesai 100 persen pada 10 Juli 2026. Masih banyak item yang harus disiapkan sebelum anak-anak pindah ke sini, termasuk kesiapan dapur, peralatan masak, asrama, kebersihan, dan perawatan area sekolah yang cukup luas,” kata Handi.

Sekolah yang dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di atas lahan seluas 6,5 hektare tersebut ditargetkan rampung pada 10 Juli 2026 dan mulai digunakan untuk kegiatan belajar mengajar pada tahun ajaran baru 2026/2027 yang dimulai pada 14 Juli 2026.

Selain memastikan kesiapan fisik bangunan, Pemkot Semarang juga mulai menyiapkan kebutuhan operasional sekolah, termasuk tenaga pengajar. Sambil menunggu penempatan guru dari Kementerian Sosial (Kemensos), Dinas Pendidikan Kota Semarang diminta menyiapkan guru transisi untuk mengajar sementara.

“Tapi apa pun akan kita lakukan yang terbaik. Semoga Sekolah Rakyat Terpadu ini menjadi percontohan yang terbaik di Indonesia,” ujarnya.

Handi menambahkan, sejumlah fasilitas dasar seperti pasokan air bersih dan tempat tidur bagi siswa juga telah tersedia.

Sekolah Rakyat Terpadu nantinya diperuntukkan bagi anak-anak Kota Semarang yang tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), khususnya kelompok desil 1 dan desil 2. Setiap tahun ajaran baru akan diterima masing-masing 90 siswa untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, sehingga total siswa baru mencapai 270 orang per tahun.

“Setiap tahun ajaran baru akan ada 270 siswa yang masuk. Kapasitas Sekolah Rakyat ini mencapai 1.080 siswa,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Handi juga mengajak 16 camat se-Kota Semarang untuk melihat langsung progres pembangunan.

‘Langkah ini dilakukan agar para camat dapat menyosialisasikan keberadaan Sekolah Rakyat kepada masyarakat di wilayah masing-masing, terutama bagi keluarga yang masuk kategori desil 1 dan 2,” pungkasnya.(sun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *