Suite Class Compartment di KA Argo Bromo Anggrek, KAI Beri Layanan Mewah Setara Hotel Bintang Lima
SEMARANG[BahteraJateng] – PT Kereta Api Indonesia (Persero) resmi meluncurkan Kereta Suite Class Compartment pada KA Argo Bromo Anggrek relasi Surabaya – Semarang – Jakarta (PP) mulai Minggu, 1 Juni 2025.
Layanan ini menjadi kelas tertinggi dan termewah pertama di lintas utara Pulau Jawa, menjawab kebutuhan pelanggan akan kenyamanan dan privasi dalam perjalanan jarak jauh.
Menurut Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo, hadirnya layanan ini merupakan bentuk komitmen KAI untuk menghadirkan transportasi berkelas layaknya hotel bintang lima.
“Kami ingin memberikan pengalaman perjalanan yang tidak hanya nyaman, namun juga eksklusif dan berkesan,” ujarnya, Minggu (1/6).
Kereta Suite Class Compartment memiliki 16 ruang privat, dilengkapi kursi ergonomis yang bisa direbahkan 180 derajat menjadi tempat tidur, dengan fitur pijat dan pemanas.
Ruang ini juga memiliki pintu geser otomatis, meja lipat multifungsi, kursi yang bisa diputar sesuai arah kereta, serta sistem hiburan pribadi berupa Train Onboard Infotainment System.
Interior kereta bernuansa coklat keemasan dengan pencahayaan temaram, ditambah dekorasi khas budaya Dayak, menciptakan kesan mewah dan artistik. Penumpang juga disuguhi hidangan lengkap dari appetizer hingga dessert, yang diantar langsung ke ruang masing-masing.
Pada keberangkatan perdana, sebanyak 108 penumpang menikmati kenyamanan Suite Class Compartment, dan 44 di antaranya naik dari Stasiun Semarang Tawang.
Peluncuran layanan ini bertepatan dengan Hari Ulang Tahun ke-111 Stasiun Semarang Tawang. KAI Daop 4 Semarang menggelar berbagai kegiatan seperti pawai sepeda onthel bersama Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI), pemeriksaan kesehatan gratis oleh Laboratorium Klinik CITO, serta pembagian makanan dan minuman gratis dari Metro Park View Hotel dan KAI Services.
Selain itu, digelar pula pameran foto “Stasiun Tawang dari Masa ke Masa” yang menampilkan sejarah dan transformasi stasiun sejak era kolonial hingga kini, sebagai upaya pelestarian warisan budaya perkeretaapian Indonesia.(sun)

