Taj Yasin Maimoen
Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen saat kegiatan di Desa Kendalrejo, Kabupaten Pemalang, Selasa (20/10).(Dok. Humas Pemprov)

Temukan Ketidaktepatan Penerima Bansos di Kendalrejo Pemalang, Taj Yasin Minta DTSEN Dimutakhirkan

PEMALANG[BahteraJateng] – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen meminta pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) di Desa Kendalrejo, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang. Langkah ini dilakukan menyusul temuan indikasi ketidaktepatan sasaran penerima bantuan sosial (bansos).

Taj Yasin melakukan pengecekan data setelah menghadiri penyerahan bantuan sekaligus peresmian hasil kegiatan Desa Dampingan Biro Kesejahteraan Rakyat dan Penanggulangan Kemiskinan (Kesra Taskin) Setda Provinsi Jawa Tengah di Desa Kendalrejo pada Selasa (20/10).

Usai acara, Taj Yasin yang akrab disapa Gus Yasin mendatangi kantor desa untuk memeriksa DTSEN bersama operator desa. Pengecekan tersebut turut disaksikan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan perwakilan tokoh masyarakat.

Dari pemeriksaan awal, tercatat 480 warga masuk desil 1 atau kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah. Namun, hanya 244 orang yang tercatat menerima bantuan.Taj Yasin Maimoen

Taj Yasin mengatakan, data tersebut perlu diteliti lebih lanjut untuk mengetahui kemungkinan inclusion error, yakni warga yang tidak memenuhi kriteria tetapi masuk sebagai penerima bantuan, serta exclusion error, yaitu warga yang berhak tetapi belum terakomodasi.

Menurutnya, pemutakhiran data penting agar bantuan benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan. Ia meminta warga yang sudah mampu tidak lagi tercatat sebagai penerima bansos sehingga kesempatan dapat diberikan kepada warga yang lebih membutuhkan.

Taj Yasin juga meminta Biro Kesra Taskin mendampingi pemerintah desa dalam pembenahan data serta berkoordinasi dengan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dan pihak terkait.

Kepala Desa Kendalrejo Titik Iswati mengatakan, terdapat 11 warga yang telah mengajukan surat pernyataan untuk tidak lagi menerima bansos karena merasa sudah mampu.

“Kemarin kita ada sampai 11 warga yang menandatangani surat pernyataan tidak lagi menerima bansos karena sudah mampu,” katanya.(sun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *