Tuntutan APTRI Blora Disetujui Pusat, Kawal Proses Reformasi dan Renovasi PT GMM Bulog
BLORA[BahteraJateng] — Pengurus Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Kabupaten Blora membeberkan hasil perjuangan bersama Bupati Blora ke Jakarta terkait PT. GMM Bulog dalam pertemuan yang digelar di Bumi Indah Flora Tinapan, Todanan pada Selasa (10/2).
Ketua APTRI Blora, Sunoto, menjelaskan rombongan bertolak ke Jakarta pada Minggu (8/2) untuk memperjuangkan nasib petani tebu setelah penghentian giling 2025 secara sepihak oleh manajemen PT GMM Bulog akibat kerusakan dua boiler.

Langkah tersebut merupakan tindak lanjut hasil konsolidasi petani dan laporan kepada Bupati Blora.
Sunoto menyebut Bupati Blora, Arief Rohman, merespons cepat dengan membangun komunikasi ke berbagai pihak hingga melakukan pertemuan dengan pejabat pemerintah pusat dan pihak Bulog. Hasilnya, tiga tuntutan petani tebu disetujui.

Pertama, pabrik gula PT GMM Bulog tetap beroperasi pada musim giling 2026 serta segera direnovasi dengan penggantian dua boiler rusak. Kedua, dilakukan reformasi manajerial secara menyeluruh di internal perusahaan. Ketiga, dibangun hubungan tripartit yang transparan antara perusahaan, petani tebu, dan pemerintah daerah.
Selain itu, pemerintah pusat juga mengupayakan pasokan raw sugar guna membantu stabilisasi operasional pabrik.
Dalam forum tersebut, petani sempat membahas rencana aksi pada 12 Februari 2026. Namun sejumlah perwakilan, termasuk Sugiyanto, Kepala Desa Todanan, menyarankan aksi ditunda karena tuntutan telah diakomodasi dan proses perbaikan tengah berjalan.
Sekretaris APTRI Anton Sudibdyo mengingatkan petani tetap mengawal proses renovasi dan reformasi.
Dukungan juga datang dari perwakilan Dinas Pertanian yang mengapresiasi perjuangan APTRI dalam memperjuangkan kepentingan petani tebu.(day)

