Wagub Jateng Tekankan Komunikasi Sekolah dan Orang Tua Usai Kasus Perundungan di Pemalang
PEMALANG[BahteraJateng] – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menekankan pentingnya penguatan komunikasi antara sekolah dan orang tua untuk mencegah kekerasan maupun perundungan terhadap anak.
Hal itu disampaikan saat mengunjungi keluarga Muhammad Hasbi Al Aqib, siswa kelas II SDN 1 Kebondalem, Kabupaten Pemalang, yang meninggal dunia setelah diduga mengalami kekerasan di lingkungan sekolah pada Selasa (20/10).
Dalam kunjungan bersama istrinya, Nawal Arafah Yasin, Taj Yasin menyampaikan belasungkawa kepada orang tua korban, Nurwandi dan Diah Indriyanti. Ia juga mendengarkan harapan keluarga terkait penanganan kasus tersebut.
Menurut Taj Yasin, komunikasi terbuka antara sekolah dan orang tua diperlukan agar persoalan yang dialami anak dapat diketahui dan ditangani lebih dini.
“Keluarga korban itu ingin ada komunikasi, ada koordinasi, ada keterbukaan,” kata Taj Yasin.
Ia mengusulkan pembentukan saluran komunikasi aktif, seperti grup wali kelas dan orang tua murid, untuk memantau perkembangan anak sekaligus mendeteksi persoalan di lingkungan sekolah.
Sementara itu, Ketua TP PKK Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin mengatakan, pihaknya akan memperkuat pencegahan kekerasan terhadap anak melalui kader paralegal yang tersebar di 35 kabupaten/kota.
Nawal menilai program sekolah ramah anak perlu diperluas hingga jenjang sekolah dasar. Ia juga mendorong penguatan edukasi karakter dan kerja sama keluarga, sekolah, serta masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi anak.
“Dengan kejadian ini, kegiatan-kegiatan preventif untuk menguatkan sekolah ramah anak perlu diperkuat, termasuk memaksimalkan peran kader paralegal,” ujarnya.(sun)

