Viral Video Tawuran di Bergas, Polisi Ringkus Enam Remaja
UNGARAN[BahteraJateng] — Polres Semarang mengamankan enam remaja yang diduga hendak terlibat aksi tawuran di wilayah Kecamatan Bergas, setelah video kejadian tersebut viral di media sosial.
Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Bodia Teja Lelana mengatakan, penangkapan dilakukan pada 14 Februari 2026 berdasarkan laporan masyarakat dan penelusuran video yang beredar.
Hal itu disampaikan saat konferensi pers di Aula Condrowulan Polres Semarang pada Rabu (18/2).
Dari enam pelaku yang diamankan, tiga di antaranya masih berstatus anak di bawah umur. Polisi juga menemukan barang bukti senjata tajam jenis celurit sepanjang sekitar 1,5 meter.
“Dari enam remaja yang diamankan, dua orang kami lakukan penahanan karena terbukti membawa senjata tajam. Pemilik celurit berinisial AI (20), warga Kecamatan Jambu, sedangkan yang membawa dan terlihat di video berinisial RA (17), warga Kecamatan Ungaran Barat,” ujarnya.
Empat remaja lainnya—dua orang dewasa dan dua anak di bawah umur—tidak ditahan dan akan menjalani pembinaan di Polres Semarang dengan melibatkan orang tua masing-masing.
Perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Semarang, Dewi Nirmala Anggraini selaku Kasi Kurikulum dan Kesiswaan SMP, mengapresiasi langkah cepat kepolisian dalam menangani kasus tersebut.
Pihaknya juga menyatakan siap berkolaborasi dalam pembinaan pelajar agar kejadian serupa tidak terulang.
“Atas nama Dinas Pendidikan Kabupaten Semarang, kami mendukung langkah Polres Semarang. Pembinaan terhadap anak didik akan kami lakukan bersama agar mereka tidak terjerumus pada perilaku menyimpang,” katanya.
Atas peristiwa itu, para pelaku dijerat Pasal 307 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP serta Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.
Polres Semarang juga mengimbau peran aktif orang tua dalam mengawasi pergaulan anak, terutama menjelang bulan Ramadan.
“Kami mengajak orang tua lebih aktif mengawasi anak-anaknya. Menjelang Ramadan, potensi kerawanan bisa meningkat jika pengawasan lemah. Kami berkomitmen menindak tegas, terukur, dan sesuai prosedur setiap aktivitas menyimpang,” tegas AKP Bodia.

